Demokrasi dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Dari pengertian tersebut sudah barang tentu bahwa kedaulatan rakyatlah yang paling esensial, apalagi sejatinya eksistensi rakyat adalah syarat berdirinya sebuah negara.

bahkan bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC),

Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi.

Di Indonesia sendiri demokrasi adalah buah dari gerakan reformasi tahun 1998, terciptalah hingga saat ini. Cita-cita yang diinginkan dengan pertimbangan kebebasan berekspresi, kebebasan menyampaiakan pendapat ini merangsang pertumbuhan mental bangsa menjadi lebih bergairah dan produktif, karena itulah hakekat berdemokrasi. Meski terjadi ketimpangan yang amat ruwet dirasa sekarang, tanpa harus dijelaskan, karena itu dirasa oleh semua kalangan. Terutama aroganisme politik, erotisme gerakan oposisi, dan lain sebagainya yang justru Demokrasi selalu menjadi dalih dalam ajang “berpolitik”.

Terlalu banyak yang membahas dan menyajikan materi dari efek demokrasi yang tidak sehat ini, sehingga saya mencoba menyoroti aspek dari salah satu buah demokrasi yaitu “wajib” terciptanya regenerasi kepemimpinan nasional. Regenerasi kepemimpinan juga menjadi sprit berdemikrasi, namun stelah berdemokrasi rupanya konsepsi regenerasi kepemimpinan ini terjadi kegamangan jika dikaitakn dengan konsep demokrasi yang sekarang kita anut.

Sempat heboh, wacana kepemimpinan muda. Bukan karena terinsfirasi oleh Barrack Obama, namun karakter bangsa ini juga adalah dibentuk oleh pemuda yang bernama sukarno. Juga berlandaskan dengan konsepsi regenerasi kepemimpinan. Namun Konsepsi Regenerasi Kepemimpinan dan demokrasi rupanya terjadi ketidak cocokan.

Berbicara Demokrasi adalah kebebasan, siapaun berhak menjadi pemimpian, apakah tua, muda, bahkan incumbent sekalipun, namun disisi lain, penekanan dari konsep regenerasi adalah berjalannya berjalannya generasi bangsa, yang notabene adalah generasi muda.

Artinya konsep regenarsi kepemimpinan hanya berjalan disatu pihak, yaitu pemuda. Bukan dalam arti menapikan golongan tua yang peduli dengan regenerasi, namun iilah fakta, bahwa justru golongan tua masih terus berkompetisi dengan dalih demokrasi dan regenerasi.

Dikawinkan dengan demokrasi liberal sekarang, demokrasi yang terlalu berlebihan, sehingga makin terkik lah kaum muda, dengan dalih regenerasi yang sulit berjalan karena sulit bersaing dengan golongan tua yang mempunyai fiance resoluch.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s