Jadilah Yang Terbaik Adinda….

(Untuk kekasihku sang pejuang)

” Cinta itu sesungguhnya sudah ada sejak kau dalam kandungan, bahkan sebalum aku lahir, bahkan sebelum adam lahir. Maka adinda jangan gundah dengan cinta, siapa itu hanya saatlah yang menjawab. Sekali lagi.., kahadirannya datang secara tiba-tiba, namun kepergiannya tak seorangpun mengharapkannya…”

” terasa segar hari-hari yang dilalui, hingga hanyalah pagi hari yang aku rasakan…, meski itu siang yang panas, meski itu malam yang gelap, meski itu sore yang harusnya aku melepas lelah, meski itu hujan bergemuruh halilintar yang harusnya aku terbungkus selimut ketakutan, meski itu sakit yang harusnya menggigil…, meski itu…., namun yang ada bibirku spontan senyum mengilhami… andaikan dia ada disampingku…andaikan saat ini dan seterusanya dia memanjakan dirinya dihadapku, dipeluku…, indah padahal hanya otaku saja yang bicara…”

” tahukah adinda…, cinta itu dewa…, yah dewa… itu nyata adinda…, nyata!. Faktanya aku…!!kenapa aku selalu ingat akan mu adinda, padahal aku tidaklah kenal engkau sepenuhnya, padahal aku tak tau kau seutuhnya, bahkan tak tau dimana kau tinggal…, namun sekali lagi aku tak mampu menolak kehadiran cinta… ”

” Namun jujur…, sejatinya aku gak akan pernah tunduk, patuh, apalagi samapi menyembah…, bukan karena aku lemah, bukan karena aku tak mampu, apalagi aku menyerah…, tapi aku sadar cinta adalah syaraf penyambung untuk hidup seterusnya, cinta ku akan adinda hanyalah bagian saja…, karena disana ada ayah ibuku, ayah ibumu, saudara-saudara ku, saudara-saudaramu…, bahkan jika tuhan berkendak cinta untuk anak-anaku atau mungkin anak-anak kita kelak…”

” jujur.., beberapa kali aku ditinggalkan dengan yang namanya cinta, secara jasad sebutlah perempuan yang aku idamkan…, aku tak mampu menolak indahnya cinta…, tapi aku berbeda dengan yang lain…, yaitu….aku tak mampu menolak kepergiannya. keindahan cinta dalam hidupku adalah modal perjuangan hidupku, saat menempuh jutaan kilo meter mulai terbaring manja menimati air susu ibunda, hingga kini aku merasa kokoh sejatinya sebagai penerus mereka, masih bermodalkan cinta…, meski dia telah hilang…, namun cinta masih melekat, cinta darimu…?, yah aku gak menyangkal…, adalah modal yang tak terukur akan nikmanya hari-hari ini….”

” namun aku gak akan pernah egois, indah sendiri !, menikmatinya sendiri !, tapi aku ingin semuanya seperti yang aku rasakan…, batapa cinta itu….., oh ya…, bagai elang yang terbang diudara…, dia bisa melihat indahnya alam, bisa melihat banyak orang yang sedang bercengkrama, bisa melihat banyak orang yang sedang menikmati indahnya cinta…, bagiku itu akan terjadi jika semua orang yang aku cintai juga bagaikan elang yang sedang terbang bebas dialam hijau, bukanlah elang yang sedang dikukngkung karena masuk jebakan cinta, hingga ia hanya tertidur…, melihat indah tanpa merasakan indah, melihat sayang tanpa merasakan sayang…, melihat kebahagiaanku tanpa merasakan kebahagiaan”

” Cinta berkembang sesuai dengan usia…, namun usia berbeda dengan cinta. Usia akan berkurang, bahkan tanpa disadari akan tiba-tiba lenyap…, namun cinta…., TIDAK…, dia akan abadi meski termakan waktu, meski termakan keegoissan, meski termakan kerakusan, meski termakan kepragmatisan…, yah…, cinta akan kalah dengan semua itu…, namun suatu saat kelak dia berada disebuah puncak kejayaan dia akan akan menangis.., tak berdaya hanya karena mencari cinta yang hilang…, bahkan dia putus asa, bahkan dia teriak CINTA….!, ANDAIKAN AKU HARUS MENYEMBAHMU AKU RELA…, ASALKAN MAAFKAN AKU…, DAN DATANGLAH PADAKU YANG SEDANG TAK BERDAYA…, namun yakinlah cinta tidak akan menghampirinya lagi, karena dia dibawa terbang dengan sebuah mahkota hati….”

Inilah keagungan cinta…, dia mendengar terikan itu, dengan penuh rasa kasian dia menghampiri teriakan itu…MAAFKAN AKU…, SESUNGGUHNYA AKU SUDAH MENEMUKAN KENISCAYAAN HIDUP, SESUNGGUHNYA KENISCAYAAN ITU YANG AKU CARI, BUKAN KARENA AKU DENDAM, BUKAN KARENA AKU TEGA MENINGGALKANMU.., TAPI AKU GAK AKAN MENGAHNCURKAN KENISCAYAAN INI YANG SUDAH LAMA AKU BANGUN DENGAN SEORANG YANG DULU KAU INJAK, SEORANG YANG DULU KAU ABAIKAN….”

selamat ulang tahun sayang…, awali hidup dengan berbeda…, tentu tiap langkahnya adalah niat panjang dan tak terjangkau orang lain…, yakinlah jalan panjang itu kelak berujung puncak surgawi….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s