Quo Vadis Tradisi Intelektual Kader…

Ulang tahun HMI yang ke 62, mengingatkan saya pada klahiran kakek saya yang sama percis bulan dan tahunnya. Pengalaman luar biasa beliau dapatkan pada masa penjajahan diawal kemerdekaan, terutama pada tahun 1970 yang ketika itu gencar-gencarnya penggayangan HMI oleh PKI bahkan seorang nomor satui di-Indonesia Soekarno, karena HMI dianggap opossisi dari sistem Nasakom.

Dari kilas baliknya saya tercengang akan kisah hidup kakek dimasa lampau semasa beliau merintis hidup dari anak-anak, remaja, dewasa sampai sekarang ahir dewasa ( lanjut usia ). Kakek saya hidup dalam masa perjuangan mengusir penjajah dan paham komunis, hingga selalu dikejar dan diburu dengan dalih pemberontak dan makar terhadap penguasa. Dengan daya ketajaman berfikir dan strateginyalah yang mengakibatkan kakek saya diperhitungkan jaman dulu.
Sama halnya dengan HMI dengan perjuangan bahkan secara fisik mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan HMI.

Tanggal 12 Februari 1947 lahir sebuah lembaga kemahasiswaan yang disebut HMI yang dipelopori oleh seorang mahasiswa bernama Lafran Pane, rupanya gagasan Lafran ini berawal dari kesungguhannya dalam mempertanggung jawankan gelar Mahasiswanya yang merasa bertanggung jawab atas kmaslahatan ummat. Terlebih ketika itu ditengah persaingan ketat dengan organisasi mahasiswa komunis. Sejarah mencatat, gagasan dan konsep organisasi yang sederhana itu ternyata mampu mengimbangi oganisasi-organisasi kemahasiswaan yang dipelopori oleh kaum komunis, bahkan hebatnya lagi HMI mampu mencetak kader-kader bangsa yang loyal sebagai ”Insan pengabdi” dan tersebar pada seluruh aspek sosial masyarakat.

Fenomena itu mengundang salut ”lima jempol” sang panglima ABRI Jenderal Sudirman. Beliau tercengang dengan pola perjuangn HMI yang amat dinamis,agamis,culturalis dan tidak ” Pragmatis Dan Oportunis”.

Kurang lebih itulah historis global HMI, sebagai cerminnan, perjuangan kita kedepan.
60 tahun sudah HMI berdiri, mari kita berbicara kenyataan, apa yang sudah kita berikan pada HMI? Dosa apa yang kita lakukan pada HMI hingga HMI sekarang menangis…..,

Kakek saya tua renta dan tak berdaya, maukah HMI disebut Organisasi Tua yang tak berdaya? Tak punya pola perjuangan terarah? dan jadi injakan generasi yang semestinya sebagai pencetak generasi.
Tak bisa dipungkiri secara perlahan telah terjadi perubahan paradigma negatif pada sepak terjang kader HMI, dengan kebesaran lembaga dan sejarah,eksistensi KAHMI serta prospek Birokrat pada HMI, membuat kader HMI lupa daratan, lupa akan esensi kemahasiswaannya sebagai Agents Sosial Of Change yang beralih pada paradigma ”pragmatis dan opotunis”.

Hal ini terbukti dengan minimnya kader HMI sebagai pelopor keilmuan ditiap PT, karena sebagian besar kader HMI terpokus pada aproach birokrat dengan gaya lobinya seperti yang diajarkan bang Akbar Tanjung, terpokus pada dinamika politik PT sehingga berkompetisi mencari akses Rektor di organisasi interanya bukan berkompetisi dalam hal akademis.

Hal ini diakibatkan orientasi yang amat murah dikalangan kader HMI, yaitu orientasi karir pribadi, sehingga tak jarang HMI hanya dijadikan kendaraan berpolitik demi mencapai hasrat murahan.
Dulu lafran Pane seorang kader sejati karena mampu melahirkan ribuan kader berkualitas, tapi sekarang berubah, kader HMI yang potensial adalah kader HMI yang mempunyai banyak akses keatas karena dianggap mampu membawa masa depan anggotanya………, meski kita jangan terlalu membetasi diri dengan birokrat, tapi jadikanlah kesemuanya itu menjadi media aspirasi yang kita tampung dari bawah, sehingga melancarkan mekanisme Agents of Change di HMI.

Terlepas kepentingan apapun dan tidak bermaksud menyinggung siapapun, saya tulis realita ini kepda rekan-rekan HMI Komisariat, pengurus cabang, dan Rakanda KAHMI karena hal ini dianggap mengancam HMI terutama HMI cabang Kuningan yang masih prematur yang sudah ternina bobokan dengan kebesaran sejarah dan eksistensi KAHMI yang srtategis, dan inilah kenyataan yang mesti kita leburkan demi HMI yang mencetak potensi kita, dan demi HMI yang harus tetap menjadi pelopor disegala aspek sosial kemasyarakatan, siapapun yang mendapat makalah ini adalah sengaja saya sebarkan pada HMI Komisaiat, Pengurus Cabang dan KAHMI sebagai media komunikasi dan silaturahmi serta konsolidasi menuju HMI kedepan yang tetap berjalan diatas rel kebenaran, dan semoga Allah SWT mencatat niat dan renungan kita, Amin………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s