Kulintasi Pulau, cintaku…

ibu” Terhalang samudera akan ada badai dan ombak besar, terhalang hutan belantara akan ada binatang buas dan si raja hutan, terhalang jutaan kilo meter jarak akan ada preman jahat dengan bahasa mereka, terdapat ribuan rumah yang akan menyesatkan arah tujuan… mereka semuanya akan menghalangimu nak…karena mereka tidak akan rela kau menjemput kasih yang sebenarnya mereka juga inginkan…”, nasihat ibunda pada sang anak yang kini mecari pasangan tulang rusuknya.
Mata sayup penuh sayang sang ibu rupanya bukanlah kepesimisan pada sang anak yang gagah berani melintas pulau, namun sedang menjerit dalam batinnya betapa dia bangga akan anak yang akan memberi cintanya ke seorang yang pasti akan dicintai. Sang ibu memejamkan mata, teringat betapa mendapat kasih sayang dan cinta yang penuh dari seorang suami yang. ” nak…kelak kau dapatkan kasihmu, sayangilah dia seperti ayahmu menyayangi ibumu ini ” tuturnya sambil memeluk anaknya itu.

” ibu…, aku akan batalkan niat menerjang pulau, karena sesungguhnya aku tidak mau meninggalkanmu, aku akan dapatkan sekarang juga cinta sepulau…” bantah sang anak.

” ayahmu dan ibu adalah cinta sepulau, bahkan cinta sejarak kaki melangkah, begitu ibu dan ayah saling menyanyangi, saling merindukan saat kami berpisah, ayahmu mencium kening ibu sampai sekarang, dia masih memeluk ibu saat ibu ketakutan….”

“ibu…..” anak lelaki itu tertunduk…

” nak…coba kau bayangkan jika cintamu itu didapat dari jutaan langkah kakimu, mungkin dengan itu cinta kalian akan lebih hebat dari cinta ayah dan ibu, dia akan lebih erat memlukmu, dia akan lebih syahdu memandang wajahnmu, dia akan lebih mengerti saat masalah menerpamu, namun dia akan merasa ihlas saat ajal menjemputmu, tidak akan menjerit histeris tapi dia tersenyum, karena bayangnnya kamu sedang berpetualang menacri cahaya buatnya kelak hidup bersama di alam sana….”

” tapi ibu, siapa yang menemani ibu kalau akau jauh….?”

” ibu akan ditemani oleh cinta kalian yang erat, rasa saling memiliki kamu dan kasihmu, menjadi daging yang akan membungkus tulang-tulang ibu….”

“ibu…, sekarang aku akan kalahkan samudera, badanku siap menahan ombak, aku akan telusuri belantara, tanganku kuat untuk bergelut dengan binatang buas, jiwa pemimpinku akan memimpin si raja hutan, dan semua preman mereka akan menjadi pengikutku….”

” tidak nak…itu bukan berani, tapi kau takabur…itu bukan jalan selamat tapi itu jalan kematian, itu bukan jalan keberhasilan tapi itu jalan kebuntuan, itu bukan jalan mencari cinta tapi itu jalan mencari bencana…”

” maksud ibu…?”

” kau tau nabi musa sangat bersahabat dengan laut, sehingga lautpun membuka lebar-lebar jalan, tanpa harus memgayuh perahu, kau tahu nabi sulaiman, betapa melindungi binatang hingga dia dapat bercakap tanpa harus saling menghalau, kau ingat Muhammad, saat dia diserang dan dihina justru dia berdoa untuk mereka yang dzolim itu, hingga Tuhan lah semuanya yang mengembalikan keadaan, dan kaupun tidak usah terlalu repot memikirkan mereka, karena kau selalu ada dalam Lindung-Nya…”

“subhanallah…., ya allah…aku bersaksi, dengan menyebut nama-Mu, ibu ku adalah wanita solehah, yang berani lebih dari aku….”.

” wal ashr anaku…., ”

” mohon pamit ibu…, tangisan ini bukanlah tangisan kekhawatiran aku akanmu, tapi kebanggaan ku mempunyai ibu sehebbat mu….”

“begitupun ibu nak…, tangisan ini bukanlah tangisan akan perpisahan, namun tangisan kebaggaan, kau akan menyatu dengan ayat-ayat sang pemberi cinta, menjelajah pulau dengan rasa cinta, kelak tujuanmu akan disambut cinta…..”

One response to “Kulintasi Pulau, cintaku…

  1. akh..antum bukan hanya sebatas sahabat bagi ana, antum adalah istimewa adanya bagi ana, ana betul2 merasakan betapa hebatnya rasa tali silaturahmi ini, ana melihat, ana mendengar, ana merasakan, betapa antum begitu gigih berjuang jalani kehidupan..
    akh, ana bangga jika antum mampu, ana yakin kelak antum jadi permata bagi kami, kami rindu liat itu, buktikan akh..
    kami tunggu kabar baik darimu…
    sohibmu..
    tatang supriatna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s