JAS…, HMI

lafran paneJas…!!!, jangan lupakan sejarah…!!.
Kalimat itu kabur entah disimpan atau dibuang, atau terkubur sendirinya oleh jaman prgammatis seperti sekarang. Bangsa akan besar jika mengerti akan nilai kesejarahan, jika tak lepas dengan pondasi yang dibangun oleh fakta sejarah.

Sejarah yang penuh liku perjungan, perjuangan kebebasan, kebebasan hidup, hidup dengan nilai kebangsaaan, kebangsaaan dengan penuh kebersamaan, kebersamaan yang dibangun oleh pondasi idiologi, idiologi yang melekat erat dalam tindakan, tindakan tekad tanpa henti dan berkesinambungan dari masa kemasa, berkesinambungan yang diikat dengan nilai sejarah.

Pemuda hidup selalu gelisah, gelisah melihat bangsanya menderita dijajah, dijajah tanpa henti hingga tampil satu persatu pahlawan muda bangsa kita, pahlawan muda yang berwatak keras, keras melawan penjajahan, keras melawan penguasa dzolim, keras dengan kerja nyata untuk hidup dibangsa yang adil makmur.

HMI…, besar dengan perjuangan ditengah ketidakadilan dari masa kemasa, Kader HMI besar ditengah perjuangan akan nilai kebangsaan , besar ditengah pertempuran idiologi yang mengancam bangsa, besar melawan kesesatan prilaku bangsa, besar melawan pemguasa yang tidak adil.

Kebesaran itu melahirkan kader yang tampil mengisi ruang-ruang kepemimpinan diberbagai aspek, mereka bangga akan HMI, namun kita bangga akan mereka..!!

Kebesaran itu bukan seperti jamur, yang menyerap hidup dari yang lebih besar, besar itu tidak mesti mengulur perjuangan dengan dalih sistem organisasi, pilih manajemen atau ibu pertiwi yang sedang menagis…..

Kita masih besar, masih banyak pejuang hijau hitam yang secara organik mengkader diri tanpa emeng-ememng alumni, tanpa emeng-emeng politik, tersaebar diseluruh nusantara…, mereka menuggu akan kebesaran mereka ditengah kegamangan masyarakat….

Kita masih besar, dengan berebut tampuk kekuasaan di HMI, artinya HMI ada.

Namun setahap demi setahap akan musnah seiring waktu dan jaman yang amat hedonis, yang bingung mencari penerus nilai-nilai kesejarahan, tidak usah dcari. Sekarang kita cari mengapa kita diam, menjadi jago kandang.

Sekali lagi, kebangkitan akan ada jika segudang masalah menyerang kita. Bukan untuk menjual kita, namun itulah yang terjadi.

Berikan aku sepuluh kader, akan kugerakan HMI senusantara…, akan ku segarkan pejuang diseluruh pelosok…., yakin akan terwujud jika “MAU”, jika ” NIAT”, jika mengakui “kelemahan”, jika betul adalah “PEJUANG”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s