Pers dan Kekaisaran Di Negeri Binatang

Oleh: M Firdaus Batubara (Wakil Sekjend. PTKP PB HMI)

Kisah ini dimulai dari suatu masa di mana para binatang bersepakat untuk membentuk pemerintahannya dengan sistem kekaisaran. Beberapa kesepakatan itu juga memilih Sang Kaisar, Raja Harimau. Tentu Sang Kaisar dibantu oleh Raja-raja terkemuka lainnya untuk mengelola kekaisaran. Di antaranya Raja Gorilla, Raja Badak, Raja Gajah dan Raja Naga.

Pada suatu saat di kekaisaran tersebut terjadilah musim paceklik, di mana rakyat sulit untuk mendapatkan makanan, lahan pada kering, panen tak kujung tiba diperparah dengan susahnya untuk mendapatkan air. Yang pada intinya hidup rakyat kekaisaran tersebut sungguh sangat sulit. Uniknya, di sekitar kerajaan justru terjadi kebalikan. Tumbuh-tumbuhan tetap segar dan segala kebutuhan istana kekaisaran dapat dengan mudah terpenuhi. Sehingga sang raja tidak tahu bagaimana kondisi rakyatnya. Karena dia tidak merasakan musim tersebut.

Sementara itu, dalam kekaisaran yang dipimpin oleh Harimau itu ada sebuah keluarga Monyet yang dilanda masalah. Karena pada saat musim paceklik ini berlangsung, istri sang monyet yang menjadi rakyat di negeri tersebut sedang melahirkan. Sejenak sang monyet termenung, “betapa malangnya nasib anakku ini, dia lahir ke dunia akan tetapi kondisi dunia ini sedang tidak bersahabat.” Dia terus memutar otaknya untuk berfikir mencari cara untuk mendapatkan makanan keluarga dan anaknya yang baru lahir.

Tiba-tiba terlintas dipikirannya, “oh ya, disekitar kerajaan kan banyak buah-buahan yang bisa ku ambil. Akan tetapi peraturan di negeri ini tidak boleh sama sekali mengambil tanam-tanaman yang berada d sekitar kerajaan. Kalau ada yang ketahuan mengambil (mencuri) makanan di sekitar kerajaan maka ia akan di hukum gantung. Akan tetapi, demi kelangsungan hidup anaknya dia nekat untuk melakukan hal tersebut. Suatu malam si monyet memanggil istrinya “Istri ku, aku hendak berjalan dulu keluar rumah untuk mencari makanan buat anak kita”, sang monyet permisi kepada istrinya denga berpesan agar istri menjaga anaknya baik-baik. Dengan penuh rasa sedih sang istri mengantarkan suaminya ke pintu, sedih karena berpikir kemana suaminya akan mencari makanan.

Dengan perlahan-lahan sang monyet masuk ke pekarangan kerajaan, dengan penuh hati-hati melirik ke kiri dan ke kanan sambil mencuri makanan yang tumbuh di sekitar lahan kerajaan. Tanpa di sadarinya, tiba-tiba….. “Haaaaaaahhhh….ketauan kau, kau di tangkap”. Malang nasib sang monyet penjaga istana kerajaan yang sedang patroli memergokinya. Padahal dia baru megambil 3 buah timun.

Penjaga istana yang sedang patroli tadi langsung membawa sang monyet ke dalam istana, dan langsung ke depan raja. Si harimau yang jadi raja, setelah mendapatkan laporan dari penjaga istana langsung mengamuk. “Hei….. monyet, tahukah kamu apa akibat dari perbuatan mu ini….? Monyet… hamba tuan, hamba tahu sepenuhnya tuan akibat dari perbuatan hamba ini. Tapi hamba benar-benar minta maaf tuan, semua ini hamba lakukan demi kelangsungan hidup anak dan keluarga hamba tuan. hamba benar-minta maaf tuan”. Sang raja dengan lantang, “kau harus tetap manjalankan peraturan yang ada di negeri ini”. Lalu sang monyet menjawab, “baiklah tuan, tapi hamba mohon kepada tuan, izinkanlah hamba untuk mejumpai keluarga hamba, agar hamba permisi dulu kepada keluarga hamba”. Tidak bisa…kata sang raja, “nanti kamu melarikan diri”. Tidak tuan, hamba tidak akan melarikan diri tuan, jangan kan untuk melarikan diri, mendengar suara tuan saja lutut hamba sudah bergetar, jawab monyet dengan penuh lembut. Hamba berjanji akan kembali, dan hamba akan menjalani hukuman ini tuan. “

Sang raja. “Baiklah, silahkan kamu menjumpai keluarga mu saya tunggu sampai besok”. Dengan penuh rasa sedih, si monyet langsung berlari ke rumah, sampa di rumah dia menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya, sambil menatap anaknya yang masih muda belia yang belum kenal bapaknya. Dan harus berpisah sebentar lagi dengan anak dan istrinya itu. Sang istri histeris menangis, si monyet juga menangis. Kesedihan yang sangat mendalam menimpa keluarga tersebut di malam itu.

Keesokan harinya, si monyet langsung menuju istana kerajaan. Sampai di istana kerajaan si monyet langsung di bawa ke ruang persidangan yang langsung dipimpin oleh sang raja. Tidak lama kemudian di bacakanlah dakwaan terhadap si monyet, dengan dijatuhi hukuman mati. Si monyet melakukan eksepsi, akan tetapi eksepsi di tolak. Kemudian di hadirkanlah bukti dan saksi, timun dan anjing yang patroli dan menangkap si monyet. Monyet… “saya menolak anjing sebagai saksi, karena di dunia ini yang paling tidak bisa dipercaya adalah anjing. Sang raja juga menolak dan menyampaikan, bekas telapak tangan mu juga sudah ada di dinding tembok istana. Segera sang raja memutuskan hukuman si monyet. Yaitu hukuman gantung.

Si monyet langsung di bawa ke ruangan eksekusi. Tiba-tiba… sang raja memanggil. “Heeeeiiiii…. monyet. Di negeri kita ini ada satu peraturan lagi bagi orang yang mau dihukum gantung, akan dikbulkan 1 permintaan dia yang terakhir. Nah sekarang sampaikanlah kepada saya apa permintaan mu yang terakhir, saya berjanji akan mengabulkan permintaan mu. Saya adalah pemimpin disini, dan saya tidak akan ingkar janji, dan tidak akan mau menjilat ludah saya sendiri. Si monyet diam saja. Kemudian di ulangi sang raja lagi dengan suaranya yang lantang, hei monyet mungkin tadi kamu tidak mengerti. Di negeri kita ini ada satu peraturan lagi bagi orang yang mau dihukum gantung, akan dikbulkan 1 permintaan dia yang terakhir. Nah sekarang sampaikanlah kepada saya apa permintaan mu yang terakhir, saya berjanji akan mengabulkan permintaan mu. Saya adalah pemimpin disini, dan saya tidak akan ingkar janji, dan tidak akan mau menjilat ludah saya sendiri. Si monyet tetap diam saja.

Saat itu juga kumis sang raja langsung berdiri melihat ketidak perdulian si monyet. Hei monyet saya ulangi sekali lagi. Kalau kau malu untuk menyampaikan nya bisikkanlah ke telinga ku agar yang lain tidak mengetahua, dan saya akan berjanji menyimpan rahasia ini dan akan mengabulkannya.

Tiba-tiba si monyet berjalan mendekati raja dan membisikkan sesuatu di kuping raja. seketika sang raja berteriak histeris.. HAAAAAAH ,,,,HAAAAAHHH …HAAAAAHHHH. Tiba-tiba suasana menjadu gaduh. Semua orang salaing berpandangan dan berbisik apa kira-kira yang disampaikan si monyet sehingga sang raja berteriak histeris. Si monyet berkata, “bagaimana raja? Ini hanya kita berdua yang tahu, setelah itu raja akan mengeksekusi gantung hamba, dan setelah itu hamba mati, jadi hanya raja yang tahu apa permintaan hamba ini?” Semua penghuni istana yang hadir merasa bingung. Dan raja tidak menyampaikan apa yang menjadi permintaan monyet. Sang raja pun tiba-tiba menyuruh pengawal agar membawa monyet ke kamar raja. Semua orang tidak tahu apa maksud raja. Rupanya yang di bisikkan si monyet dia mau menyodomi sang raja, karena terlanjur maka sang raja juga harus menepati janjinya. Sesampainya di kamar, si monyet minta,” tuan ku maafkan hamba, biar udaranya lebih segar hamba mohon agar jendela kamar di buka”, dan kamar pun segera dibuka, lalu raja menyampaikan kepada seluruh pengawal agar 100 meter keliling dari kamar jangan ada yang berkeliaran karena si monyet ingin menikmati keindahan alam dari kamar raja. Sebelum ia di eksekusi Saat itu juga lokasi diamankan para pangawal.

Kemudian si monyet menjalankan aksinya, setelah selesai, si monyet langsung kabur dari jendela yang terbuka tadi. Sang raja langsung berlari memanggil para pengawal, untuk mengejar monyet yang telah lari. Dengan begitu cepat, si monyet langsung berlari dan menghilang. Dan pengawal tidak menemukannya. Rupanya waktu melarikan diri, si monyet langsung menuju kantor berita ANTARA, dan menyampaikan bahwa, dia mau dihukum gantung, sebelum dihukum gantung, dia di bawa ke kamar raja dan raja mau memperkosa dia atau menyodomi nya, seingga ia melarikan diri.

Kesokan harinya, langsunglah berita yang disampaikan si monyet tadi menggemparkan seluruh negeri. Dan sang raja juga sudah membacanya. ” Ironis rakyat yang mau di hukum gantung mau di sodomi Sang raja”. Sejenak sang raja mengamuk dalam hati, sudah saya yang di sodomi oleh monyet ini, difitnah nya lagi saya. Raja sangat kewalahan menjelaskan ini ke publik. Berita sudah menyebar di seluruh pelosok negeri.

Untuk mengklarifikasi hal ini, harimau selaku raja harus mambuat pertemuan dengan kaisar-kaisar yang lain. Harus melakukan sidang kekaisaran. Suatu hari sang harimau berjalan menghampiri para kaisar-kaisar, seperti gajah, badak, gorilla dan juga naga. saat bertemu dengan gajah, sang harimau menceritakan, “hei gajah… apa kau….jawab sang gajah, saya ini telah di fitnah oleh monyet, sebenar nya dia yang menyodomi saya singkat harimau, saya ini di fitnah…!! Akhhh kau ini buat malu kekaisaran saja. Mana mungkin si monyet erani menyodomi mu. Kau memang kurang ajar. Pulang kau saya tidak mau menghadiri sidang yang kau inginkan. Jangan lama-lama disini nanti saya pukul kau dengan belalai ku ini. Pulaaang..”!!!. jawab sang gajah.

Sang harimau pun pulang, dan kembali mencari badak, ketika jumpa dengan badak, jawaban yang sama juga di dapatkan harimau, kurang ajar kau, buat malu, ku seruduk kau nanti, pergiiiii…!!!!. Setelah itu harimau menjumpai gorilla..Gorilla juga mengusirnya, kau buat malu. Kupukul kan kau nanti, pulaaaaang kau…!!!

Terakhir sang harimau menjumpai naga. Sesampainya di tempat naga, harimau belum ngomong, naga sudah mengamuk.. Harimau….pergi kau dari sini…..!!! ku bakar kau nanti hidup-hidup.

Akhirnya karena tidak tahu harus bagaimana lagi. Sang Kaisar, Harimau, pun bunuh diri. Beginilah hebatnya media membangun opini, apalagi sang monyet yang memposisikan diri sebagai rakyat kecil dan tertindas.

Oleh: Muhammad Firdausi Batubara, Fungsionaris PB HMI, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang PTKP PB HMI.

_________________________

* Kisah ini adalah sebuah fabel yang menceritakan kekuatan dan pengaruh pers pada kerajaan, disadur dari cerita lisan senior, tokoh gerakan dan pakar hukum

One response to “Pers dan Kekaisaran Di Negeri Binatang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s