SEMANGAT ZAMAN I: Pemberantasan Korupsi

Kita meyakini bahwa kita akan perang dengan korupsi dan koruptor yang akan meniadakan bangsa ini dan selalu menempatkan kita pada posisi terendah dalam indeks negara terbersih dalam pengelolaan negara. Nah, meyakini itu semua, maka akhir-akhir ini perlawanan yang dilakukan oleh aktivis organisasi gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil juga para akademisi yang memiliki perhatian yang serius terhadap persoalan korupsi ramai-ramai turun ke jalan untuk menyampaikan keberpihakan mereka terhadap pelemahan dan peniadaan lembaga yang kita yakini mampu melindungi rakyat terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang. Dan yang lebih menarik, aksi ini juga diramaikan oleh para pengguna jejaring sosial Facebook, Facebookers, untuk berkumpul tanpa dilandasi dengan paksaan dan hasutan, propaganda maupun agitasi yang biasanya dilakukan oleh Aktivis politik dan media cetak maupun elektronik. Aksi ini kini tidak lagi beranjak dari sebuah pandangan politik tertentu, tetapi sudah menjadi kepentingan nasional yang menyeragam dan membumi di negara ini.

Maka jadilah, KPK menjadi simbol atau ikon yang harus dibela dalam memperjuangkan nilai-nilai kebersihan dan kejujuran dalam pengelolaan negara. Dalam hal ini, kita juga mengetahui bahwa lembaga ini juga dipenuhi dengan manusia, di mana memiliki persamaan kelemahan-kelemahan manusia pada umumnya. Sehingga kita melihat bahwa kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan akan besar terjadi. Maka dari itu, pendapat umum menyepakati bahwa lembaga peradilan yang harus mengambil peran dan fungsi dalam hal ini. Bukan tim pencari fakta atau lainnya yang justru menambah ribet persoalan. Diperparah dengan tindakan akrobatik yang justru menimbulkan permasalahan-permasalahan baru. Pembentukan Tim Pencari Fakta bukan merupakan bagian dari solusi.

Semuanya harus ada permulaan. Sebenarnya kita menginginkan Pemerintah hari ini yang dipimpin oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memimpin pembelaan secara moral dan politik terhadap lembaga yang diamanahkan oleh semangat zaman, Reformasi. Di mana keputusan MPR dalam sidang Istimewa menginginkan adanya lembaga yang benar-benar memiliki kekuasaan yang besar dalam memberantas korupsi. Sekali lagi ini adalah amanah dari semangat zaman, maka siapapun yang akan melawannya akan tertindas. Analogi yang lebih kurang serupa dengan yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi,  Mahfud MD, “siapapun yang melawan kekuatan rakyat akan tertindas karena itu adalah hukum alam yang tidak bisa ditolak oleh siapapun”, ungkapan itu disampaikan kepada wartawan dalam menanggapi hasil rekaman dari penyadapan yang dilakukan oleh KPK terhadap Anggodo. Maka, kita dapat membayangkan apa yang terjadi kepada penguasa negara kalau melawan kehendak rakyat, apapun akan terlindas dan tersapu oleh arus zaman.

Akan tetapi, ketika kita mengharapkan Pemimpin negara dan pemerintahan ini untuk mengambil posisi terdepan untuk melawan pemberantasan korupsi justru yang hadir adalah kekecewaan publik, meskipun masih belum begitu signifikan untuk dikatakan sebagai amuk massa. Tetapi ini adalah pertanda. Tanda bahwa rakyat menginginkan Presiden bersikap tegas dan tanpa pandang bulu dalam penegakan lembaga anti korupsi atau pemberantasan korupsi. Ketika kita melihat rakyat Amerika benar-benar mendukung seratus persen upaya presidennya dalam memerangi atau memberantas terorisme. Meskipun warga negara tersebut sesungguhnya masih absurd dalam pengertia terorisme tersebut. Kemauan kita adalah Presiden benar-benar merealisasikan apa yang diucapkannya bahwa “saya akan berdiri paling depan untuk membela KPK bagi siapa yang akan melemahkannya”.

Juga janji-janji kampanyenya, baik dalam pemilihan umum legislatif maupun pemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Di mana, kunci kemenangannya terletak pada “jualan” pemberantasan korupsi sampai sang Presiden rela dan menerima bahwa besannya menjadi bagian yang harus diberantasnya. Inilah adalah contoh yang luar biasa menarik bagi rakyat yang menginginkan pemimpinnya menegakkan hukum seadil-adilnya. Tidak hanya formal atau prosedural belaka tetapi juga kemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk rakyat. Yang terpenting dari pelaksanaan kekuasaan ini adalah bahwa rakyat pemegang mandat sepenuhnya. Tidak ada yang bisa membantah itu, jadi kalau rakyat akan dan mempunyai keinginan mencabut mandatnya karena ketidakberesan dan ketidakpercayaan terhadap pihak yang diberikan mandat tersebut. Maka yang akan terjadi adalah amuk massa.

Pertanyaan berikutnya adalah di mana fungsi dan peran pemuda dalam aras zaman ini.  Meskipun dalam sejarahnya, pemuda selalu mempunyai posisi yang sangat strategis dan tidak dibantah bahwa perubahan besar selalu dimulai oleh pemuda. Ini juga kehendak alam. Karena hanya yang muda yang mampu menyuarakan kejernihan suaranya tanpa ada tedeng aling-aling. Kepentingannya adalah untuk melakukan perubahan yang baginya mendukung untuk kehidupan pada masanya. Maka dorongan semangat ini selalu menyertai dalam kehidupan anak muda.

Maka peran dan fungsi pemuda dengan semangat perubahan dan kejernihannya dalam menyuarakan perubahan untuk masa depan yang lebih baik, dalam konteks pemberantasan korupsi ini justru menemukan elan vitalnya. Dimulai pada era reformasi dengan jargon berantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang semakin despotik sehingga mengaburkan cita-cita negara bangsa yang ingin mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Cita-cita ini akan semakin kabur ketika permasalahan yang terjadi dewasa ini justru semakin tidak jelas ke mana arahnya. Ironisnya yang melakukan pengkhianatan cita-cita atau amanah reformasi adalah orang yang membidani lahirnya zaman reformasi. Sungguh sangat memprihatinkan.

Maka dari itu, pemuda dalam konteks ini juga harus melihat pihak yang bisa diajak kerjasama secara strategis untuk mewujudkan masyarakat adil makmur. Apakah dengan pengkhianat-pengkhianat amanah reformasi itu atau pihak yang konsisten terhadap tumbuh dan berkembangnya negara bangsa yang kita cintai ini dengan hukum yang berpihak kepada cita-cita negara. Atau ketika salah memilih teman yang diajak kerja sama maka pemuda juga merupakan bagian dari pihak yang membiarkan tumbuh dan tegaknya kebatilan di Bumi Indonesia ini. Maka, masa depan akan suram bagi siapapun yang merasa memiliki negara bangsa ini…

Wallahu a’lam bis showab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s