Reformasi Jilid II, Presiden Gelisah

Konstelasi politik di Indonesia sedang memanas yang diawali kriminalisasi dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit S Waluyo oleh petinggi POLRI, diputarnya rekaman percakapan terkait Century gate yang melibatkan pengusaha Surabaya Anggodo Wijoyo, Kabarekskrim POLRI Komjend. Susno Duaji dan petinggi kejaksaan bahkan dalam rekaman dari sadapan itu dicatutnya nama RI 1 dan KAPOLRI oleh Mahkamah Konstitusi (MK), dan tajamnya permintaan masyarakat yang tulang punggungi oleh tokoh-tokoh cendikiawan muslim seperti Yudi Latif, tokoh gerakan seperti Fadroel Rahman, kaum pemerhati politik seperti Eep Saefulloh Fatah, Efendi Ghazali, golongan LSM antikorupsi seperti KPK dan Ray Rangkuti dari Lingkar Madani, dan beberapa kelompok cipayung seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, KAMMI, kelompok BEM, ditambah dengan gerakan baru yaitu gerakan dunia maya oleh Facebookers dengan Gerakan 1.000.000.000 Bebaskan Chandra M Hamzah dan Bibit S Waluyo hingga berjumlah sejuta lebih pendukung.

Sebenarnya isue ini diluar dugaan semua pihak, mengingat masa ini masih diimpin oleh kabinet yang masih mengerjakan program seratus hari. Namun dengan gerakan perlawanan yang terus berlanjut membuat prseiden keteteran mengahadapinya. Presiden tidak mau mengambil resiko dalam hal ini, hingga untuk mengulur waktu dia membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang beranggotakan beberapa tokoh yang dianggap revresentatif dari tokoh hokum seperti Adnan Buyung Nasution, Deni Indra Idayana, Amir Syamsudin, Todung Mulya Lubis, dari kalangan cendiki seperti rektor universitas paramadina Anies Baswedan, rektor UIN Syarif Hidayatullah Komarudin Hidayat dan beberapa tokoh lainnya.

Awalnya publik meragukan keindependenan Tim 8 itu, terutama karena tim itu bebarapa diantaranya adalah orang-orang berasal dari dalam system pemerintahan bahkan satu diantaranya adalah berasal dari internal Partai Demokrat. Namun rupanya mereka mampu bersikap ojektif dan mengakomodir aspirasi masyarakat, terutama rekomendasinya menegaskan untuk membebaskan dua pimpinan KPK dari jeratan hukum karena dianggap tidak dibarengi bakti hukum yang kuat.

Meski akhirnya kasus dua pimpinan KPK ini selesai namun masyarakat tetap mengawal bangsa ini untuk semakin menunjukan integritas keadilan, sebutlah dibalik kriminalisasi itu ada kasus yang lebih besar, kasus yang seharusnya tidak terjadi dalam bangsa yang serba ngutang yaitu kasus Bank Century yang mengakibatkan ruginya negara sebesar 6,7 Triliun. Pengucuran bantuan negara pada bank bangkrut itu dinali tidak pantas, mengingat bangkrutnya century akibat kecerobohan pemiliknya sendiri Robert Tantular. Selain itu pengucuran itu terindikasi penuh kejanggalan, diantaranya pengakuan ketidak tahuan Jusuf kalla yang saat itu masih menjadi wapres RI, dan moment saat itu pemerintah pusat yang digawangi SBY sedang berada dalam konsolidasi pilpres 2009-2014.

Selamat datang reformasi jilid II, itulah yang diserukan actor-aktor yang berjuang mengusut pelaku biadab atas hilangnya 6,7 Triliun. Kausus ini jelas mengancam pemerintahan SBY, betapa tidak, jika kasus korupsi ini terus berlanjut dan SBY lalai maka diprediksikan akan menjadi semangat gerakan reformasi jilid II setelah semangat reformasi 1998 dengan semangat demokrasi.

Semangat gerakan anti korupsi, bukanlah semangat menyelematkan 2 pimpinan KPK, atau semangat sentiment personal. Terlihat dari kesinambungan kritik yang sistemik, hingga sampailah pada masalah penyalahgunaan uang rakyat sebesar 6,7 Triliun. Semangat kritik dan perlawanan semakin menjadi-jadi, terlihat dengan hampir semua kalangan unjuk gigi, mulai dari anggota DPR RI dengan ditetapkannya hak angket yang dipelopori Maruar Sirait dari F-PDIP dkk, golongan tua seperti mantan ketua MPR RI Amin Rais, mantan presiden Abdurahman Wahid, mantan ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, dari golongan mahasiswa dipelopori HMI.

Kita mendapat kabar gayung bersambut dari DPR RI, adalah Maruar Sirait dan tokoh muda lainnya di DPR RI yang menggalang kekuatan wakil rakyat lainnya untuk mengadakan hak angket century, secara otomatis menjadi harapan masyarakat dalam menuntaskan kasus ini. Bukan hanya itu, harapan masyarakat adalah agar tim hak angket itu tetap menjaga kemurnian dan keberpihakannya pada masyarakat. Jelas bahwa harus ada kehati-hatian dalam memilih ketuanya. Bahkan secara terbuka Amin Rais meminta kepada ketua DPR RI Marzuki Ali untuk menyampaikan kepada wakil rakyat lainnya, agar ketua tim hak angket ini bukanlah dari fraksi democrat. Dan ketua DPR RI pun menjawab “ya”. Tepat pada tanggal 4 desember terpilih ketua hak angket dan bukanlah dari Fraksi Partai Demokrat, yaitu saudara Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar. Terpilihnya Idrus Marham menjadi pesemisme keberpihakan pada rakyat, mengingat dia adalah berasal dari partai yang berkoalisi dengan partai penguasa.

Namun sudah menjadi kepastian, bahwa gerakan civil society tidaklah mudah, karena pasti berhadapan dengan kong kali kong nya penguasa yang picik yang terkungkung dengan ketakutan dan mengkungkung untuk tidak lagi menakutkan dirinya.

Gerakan berani dan terbuka jelas semakin menunjukan LSM atau kelompok sipil tidaklah diam, dan semakin sadar bahwa kelompok sipil ini adalah tulang punggung gerakan civil society. Gerakan ini semakin tajam setelah terdengar dari beberapa unsure mahasiswa didaerah-daerah juga ikut andil mnyuarakan hal serupa. Gerakan sipil ini kuat dan menggunakan metodologi pendekatan secara cultural dan structural. Kekuatan kultural digalang oleh aktifis mahasiswa dan pemerhati politik yang giat turun. Dan dari structural para wakil rakyat yang masih bernurani menggalang dukungan diadakannya hak angket hingga diputuskannya diparipurna tanggal 2 desember.

Namun keleluasaan aspirasi itu sebenarnya telah dihantam balik oleh presiden. Hal ini terbukti, Presiden SBY menggunakan kekuatan kekuasaannya dengan mengkondisikan media, baik cetak maupun elektronik. Atau dia seringkali membunuh karakter issue dengan kepribadiannya yang di ada-ada, diantaranya dengan ucapan saya difitnah, saya didzolimi, ini adalah pembusukan, dan terakhir dihari Guru Nasional dia : bersumpah dihadapan Allah SWT, dan forum terdidik dan berbudi pekerti ini, saya bersumpah… Ini jelas terlihat bahwa SBY bukanlah termasuk pemimpin akomodatif, tetapi dia pemimpin eksulisonis, dan termasuk pemimpin intervensionis, karena dia mencoba menghalangi media informasi.

Inilah senjata Presiden sekarang, bukan lagi kekuatan militer, atau kekuatan fisik seperti orde baru. Senjata SBY adalah dengan pembunuhan karakter pembohongan dan pembodohan public , jelas ini lebih berbahaya. Ini adalah senjatanya. Dan ini ampuh untuk mengundang rasa percaya dan kasian, terbukti bahwa dia terpilih dengan satu putaran saja.

Tentu ini harus menjadi bahan strategi baru, bahwa aksi masyarakat peduli korupsi ini, bukan hanya menggedor gerbang istana atau DPR, atau melemparnya dengan tomat dan telur busuk, atau membakar gambar, atau berperang melawan kekuatan POLRI. Karena esok harinya presiden akan berpidato saya difitnah, saya dizolimi atau redaksi lain yang intinya mengemis belas kasian dari para pemulung dan tukang bajai. Artinya jangan samapi rakyat yang menjadi kekuatan civil society ini termakan dengan redaksi-redaksi mengemis simpati dari pejabat politik. Karena hakekatnya gerakan civil society ini adalah rakyat.

One response to “Reformasi Jilid II, Presiden Gelisah

  1. siap..keluatan pemerintahan yg banyak di dominasi oleh elit pendukung,mengindikasikan akan bergulirnya status quo.perjalanan pemerintahan selama ini,termasuk sby adalah pola pembusukan riil atas demokrasi.kematangan dan kecerdasan strategi untuk menggulirkan gerakan sosial kita masih diniati atas nilai keserakahan.suara~suara sumbang era reformasi sekedar menggulingkan rezim dan menggulingkan rezim lagi.keluatan politik masyarakat sipil pun akhirnya menjadi komoditas politik yg sangat ampuh.kekuatan ekstra parlemen ini kemudian ditunggangi oleh penguasa2 yg siap menggantikan rezim dg tidak kalah bobroknya.hendaknya,kita memperhatikan setiap elemen dan fese2 konsep reformasi.jangan sampai gerakan sosial yg murni,ditunggangi oleh serigala ber jilid~jilid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s