Bangsa Pengeluh, Pemimpin Pembusuk

Mari kita berkhayal… jika kita memiliki uang 6.7 triliun maka itu dibelikan beras yang harga tiap kilogramnya Rp 7.000, akan didapat 957,15 juta kilogram beras. Atau dengan uang Rp 6,7 triliun juga akan cukup, bahkan mungkin ada sisa, jika dipakai untuk melakukan pengobatan massal penyakit kaki gajah yang hingga tahun 2008 sudah ada 11.699 kasus kronis di 378 kabupaten/kota. Atau dengan uang Rp 6,7 triliun, Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan (Adminduk) Departemen Dalam Negeri juga sanggup melaksanakan. Atau dengan uang 6,7 Triliun bisa dipakai untuk memberi rumah yang layak (harga 100 jt) bagi 67.000 guru, dan banyak lagi khayalan-khayalan yang ditulis para bloger diinternet.

Itu adalah khayalan, namun realistis mengingat negara kita adalah negeri yang diisi tukang keluh kesah, tentu keluh kesah kekurangan anggaran. Guru mengeluh kepada pemerintah karena gajihnya kecil, mahasiswa mengeluh karena mahalnya biaya kuliah, petani mengeluh karena mahalnya harga pupuk, sampai-sampai aparat pemerintah baik dilegeslatif maupun eksekutif mengeluh karena tunjangannya kecil. Namun jika keluhan itu disampaikan ke Presiden maka jawabannya adalah, Hutang ke IMF atau World Bank, atau lembaga dunia lainnya.

Namun sebenarnya bukan hanya dinilai secara nominal jauh dari itu keadilanlah yang paling utama. Hangusnya uang rakyat itu adalah bukan pertama kalinya dinegeri ini, sebelum itu ada Edy Tansil yang menggelapkan uang negara satu triliun lebih, kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan uang sebesar 750 Triliun, ditambah dengan deretan kasus korupsi dikalangan anggota DPR dan…. banyak lagi. Dan kesemuanya itu mendapat perlakuan hukum yang istimewa.

Padahal negara kita diisi bangsa pengeluh, Prita mengeluh karena divonis secara perdata sebesar 204.000.000, atau petani asal tangerang mengeluh karena divonis 3 bulan gara-gara mencuri 3 Kg karet milik majikannya, atau petani asal jawa timur mengeluh karena divonis 2 bulan penjara karena mencuri 2 buah semangka, atau para PKL mengeluh karena barang dagangannya disita polisi pamong praja.

Sehingga kasus yang merugikan anggaran negara atau uang rakyat sebesar 6.700.000.000.000,00 ini tak kaget jika membuat semua unsur pemuda, tokoh-tokoh nasional dan semua elemnt masyarakat geram. Gerakan yang dimulai masa kriminalisasi KPK itu menjadi bola salju yang hebat, yang bisa menyontak rasa peduli golongan pemuda, para tokoh nasional wakil rakyat dan Presiden. Emosi wakil rakyat ditunjukan dengan menggalang kekuatan untuk adanya hak angket DPR. Kepedulian tokoh-tokoh nasional dibuktikan dengan siap meback up pejabat publik yang berpihak pada kebenaran. Namun unik dengan kepedulian Presiden, yang harusnya dibuktikan dengan mendukung masyarakat dan semakin proaktif menuntaskan kasus, malah lesu sembari berucap saya difitnah, saya dihasut, ini pembusukan, saya mau digulingkan, saya bersumpah…

Sepertinya Presiden harus krosscek informasi dari bawahannya, sejauh ini gerakan bawah dan elite adalah untuk menekan agar kasus century dan pelaku-pelakunya diusut tuntas, adapun gerakan masa yang menyebut Boediono dan Sri Mulyani bahkan Presiden adalah hal yang lazim diteriakan parlemen jalanan sebagai kekecewaan atas berlarutnya masalah ini. Sederhana saja, jika dia merasa terganggu dengan aksi century, maka cepatlah bertindak tanpa harus mengadakan pembusukan-pembusukan pada aspirasi rakyat.

2 responses to “Bangsa Pengeluh, Pemimpin Pembusuk

  1. harap maklum, kalau kita lihat presiden kurang bersemangat untuk mengusut kasus korupsi sebak mungkin ada apa-apanya namun yang saya perhatikan betapa rendahnya dan kurang wibawanya dimana presiden sudah langsung meminta maaf, bersumpah , dalam pidato dimana-mana negara ini negara hukum pak. mestinya bapak berbesar hati kalau memang tidak termasuk didalamnya biar hukum yang biocara presiden hanya memerintah aparat keamanan untuk mengusut tuntas pempitnah dan orang yang menuduh nanti bukan presiden yang bicara dan bersumpah tapi orang lain (aparat hukum yang bicara) akan tetapi kalau belum apa-apa presiden udah bersumpah justru rakyat enggak percaya dan akan timbul pertanyaan, kenapa, bagaimana, ada apa, siapa dan apa-apa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s