Saat Pemimpin Berdoa

Do’akan aku bunda….
ada orang yang telah memfitnah aku,
ada orang yang telah menganiaya aku,
ada orang yang telah menginjak-injak aku,

Doakan aku bunda….
saat terbang kenusantara, apakah ke Sulawesi,
apakah ke Kalimantan, apakah ke sumatera, apakah ke papua
dan apakah kesemuanya,
karena untuk mereka,

Doakan aku bunda….
saat aku terbang ke dunia,
apakah ke amerika,
apakah ke inggris,
apakah ke belanda,
apakah ke Denmark,
apakah ke semua belahan dunia,

Doakan aku bunda…
karena untuk memberi sambutan,
karena untuk meminta pinjaman,
karena untuk meggadai rumah nusantara,
karena untuk berdagang hasil rumah…

oh bunda….hanya kau yang menjadi penyemangat hidupku,
karena tuhan sudah tak pedulikan aku lagi,
padahal aku telah bersumpah,
dan semuanya telah bersumpah,

Ananda….
mengapa engkau merasa difitnah…?, padahal engkaulah yang berkuasa.
mengapa engkau merasa dianiaya..?, padahal engkaulah yang menganiaya orang digusur
mengapa engkau merasa diinjak….?, padahal engkau bisa melangkah kemanapun kau mau,
karena engkaulah yang menang, dan merekalah yang kalah…

Ananda….
mengapa kau takut terbang dan menginjakan kaki di nusantara?,
padahal kau adalah pemimpin mereka,
padahal kau membawa segudang upeti dari mereka,
padahal kau adalah tangan tuhan untuk mereka…

Ananda….
mengapa engkau memberi sambutan?, padahal aku ajarkan untuk melawan,
mengapa engkau meminta pinjaman?, padahal aku ajarkan agar kau mandiri,
mengapa engkau menggadaikan rumah?, padahal aku ajarkan mengkokohkan rumah,
mengapa engkau berdagang hasil rumah?, padahal aku ajarkan engkau berbagi dengan saudaramu,

Ananda…
mengapa kau bilang ditinggalkan tuhan?, padahal engkau adalah wakil tuhan
mengapa engkau bersumpah demi tuhan?, padahal tuhan bukan untuk disumpah…

Ananda…
tuhan bicara padaku,
dia marah padamu, karena kau telah bilang Dia jauh,
maka aku akan ikut bersama tuhan…

temanmun bukanlah tuhan, bukanlah nusantara, dan bukanlah aku…
tapi temanmu adalah adalah kecemasan pada kesalahanmu,
kegelisahan pada kecuranganmu, keburuksangkaan pada nusantaramu

One response to “Saat Pemimpin Berdoa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s