Tangan Tuhan di Indonesia

Ada sebuah berita yang menggemparkan dunia yang dirilis kompas.com edisi Kamis, 16 April 2009 10:00 WIB, sebauah kobaran asap yang mirip dengan telapak tangan dalam sebuah ledakan akibat tabrakan bintag diambil oleh observatori sinar-X Chandra milik Badan Antariksa AS, NASA, yang mengorbit 579 kilometer di atas permukaan bumi. Itu adalah salah satu kejadian alam biasa yang terekam, namun jika dipoles dengan spiritual akan lain tafsirannya.

Namun lain dalam dunia persepak bolaan diera 80-an, di argentina istilah  “tangan”  tuhan justru berpihak pada diego maradona yang kerap kali berbuat curang dengan kelihaiannya memainkan sundulan kedua tangan hingga berbuah gol.

Itulah dua peristiwa yang menggegerka dunia yang memaksa manusia untuk menamainya dengan “tangan” tuhan. Namun istilah itu tidak terlalu picik, karena dua kejadian itu sangatlah jarang terjadi, karena sebuah kenyataan yang sulit untuk dilakukan atau diulangi, apalagi oleh sembarang orang. Layaknya peristiwa “tangan” tuhan pada tubrukan bintng terekam dengan alat yang supercanggih, atau “tangan” tuhan maradona, adalah seorang pesepak bola nomor wahid kala itu.

Tangan tuhan, dengan sebuah keajaiban dan kehebatannya pasti selalu dinanti, namun terkadang perlu diwaspadai. Karena tuhan bukan hanya memberi dengan tangannya, namun juga memberi murka dengan tenaga tangannya.

Namun jangan terlalu sempit memaknai “tangan” tuhan, sehingga tidak akan lagi terjebak pada fenomena yang langka namun sebenarnya hal biasa seperti pada dua peristiwa diatas.

Makna TANGAN
Tangan itu adalah anggota tubuh yang terdiri dari lima jari, dimana jari yang satu dengan yang lainnya berbeda bentuk dan fungsi, artinya kelima jari yang berbeda bentuk dan fungsi itu meski berbeda dan plural namun bersatu.  Namun tidaklah salah jika itu adalah gambaran lima rukun islam. Tangan juga multifungsi dalam merespon segala perintah syaraf motorik, bisa memberi, atau menerima, bisa menolong atau membunuh, bisa menyerang atau menahan namun kesemuanya adalah sesuai perintah syaraf dari otak.

Tangan akan sempurna dan kuat jika ditunjang dengan lima jari yang kokoh dan halus, betatapapun kuatnya tangan seorang pegulat atau petinju, dia berhasil meninju lawannya dengan kekompakan lima jari itu. Namun yang pasti kehadiran tangan tuhan selalu dinanti pada kondisi yang serba tidak pasti.

Melihat sebuah keajaiban pada “tangan”, saya teringat pada bangsa kita, yang hampir mirip dengan kaidah itu. Bangsa kita yang beragam suku dan plural bahkan kita menganut lima butir pancasila. Artinya “tangan” tuhan itu sudah tertanam lama iindonesia, namun sedikitpun tidak dilirik apalagi dimanifestasikan pada wacana kebangsaan.

Mari kita belajar dari tangan tuhan. Lima jari yang berbeda bentuk dan tempatnya, kekuatan dan kelemahannya namun kekompakan, kesinambungan dan tolerasi dari lima jari itu mampu menyatukan kekuatan untuk mengewanjantahkan segala nilai yang terkandung pada hakikat hidup. Sebuah fakta yang sulit dibantah, bahwa modal kemerdekaan bangsa indonesia adalah persatuan dan kesatuan yang dirintis sejak jaman kerajaan hinngga saat ini.

atau lima butir pancasila, yang mencakup teologi, kemanusiaan, sosial politik ekonomi dan budaya ini mampu diterapkan bukan hanya dihafal dalam ceremanial, namun yang paling penting adalah implementasi dan aktualisasi nilai lima itu.

Sebenarnya “tangan” tuhan itu sudah ada di negara kita, sudah tertanam dalam semanagat nenek moyang kita, sudah diwariskan pejuang-pejuang kita, namun kita memberikan racun pada “tangan” tuhan, meski masih ada, namun “tangan” tuhan diindonesia kehilangan lima jarinya dan berpindah tangan pada negara yang lebih menghargai perbedaan dan kesatuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s