Jika MS ke Partai Politik…?

Deklarasi MS untuk 2013

Hampir satu dekade ini politik masih menjadi tema untama pembicaraan masyarakat secara umum, mulai dari diskursus secara formal hingga kupasan obrolan, bukan hanya pengaruh media, namun ini merupakan konsekuensi logis dari sebuah negar berkembang seperti indonesia.

Berbicara politik tentu tidak lepas dari namanya partai poltik atau tokoh-tokoh politik. Beragam mesti hampir semua kalangan masyarakat terutama tingkat menengah ke bawah memberikan nilai jelek pada kasuistik politik mulai dari politik daerah hingga nasional, bahkan tidak tanggung politik manca negara.

Meski penilaian itu hanya dilihat dari kasat mata saja, wajar bahwa keinginan masyarakat itu prinsipnya adalah bagaimana segala kebutuhan mereka baik sandang maupun pangan bisa tercukupi, minimal terjangkau. Sehingga ada kesan bahwa partai politik atau aktor politik itu hanya menjadikan masyarakat tak lebih sekedar objek pemilu saja. Meski itu tak bisa dibantah.

Namun ada fenomena yang yang sulit dimengerti dikala jeleknya image politik. Betapa tidak, dikala penilaian tentang poltik itu amatlah buruk namun munculnya partai-partai politik bagaikan jamur, bahkan disetiap pemilu pasti ada partai baru. Jelas partai politik masih diterima masyarakat.

Terlebih para pemuda yang selalu berkoar dengan idealismenya, yang sering kali menjadikan slogan diri sebagai agent social of control justru mayoritas berakhir berdiri memback up partai politik disaat ajang pemilu, tidaklah salah karena itu adalah pilihan hidup. namun apakah lebih penting dibandingkan dengan menyibukan diri untuk terjun kebawah memberikan pendidikan politik?

Ini sekaligus menjawab pertanyaan saya, jika MS masuk ke partai politik…?

Akankah terjadi kedilemaan yang terus menghantui, karena akan berhadapan dengan tembok kepentingan kelompok dan pribadi, akan berhadapan dengan arus permusuhan koalisi dan oposisi, atau terlena dengan segala kemewahan?. Namun bisa saja MS memberkan apologi kuno, ” ini adalah untuk bakti MS lewat politik”. Gampang saja memberikan stetment itu, karena itu yang dipakai politisi untuk membodohi kita.

Ada parpol besar yang menawarkan posisi strategis untuk MS, namun MS menolak, menolak memberi jawaban saat itu, karena saya akan memperimbangkan. Setelah dipertimbangkan ternyata lebih banyak untungnya dibanding buruknya. Karena MS akan difasilitasi berbagai proyek, bahkan fasilitas hidup agar terlihat confident sebagai politisi. Namun buruknya hanya satu, bagaimana kata kawan-kawan yang sering kali mengajak diskusi perlawanan. Syahwat politik keukeuh, ” ah itumah wajar”.

Refleks saya akan menerima tawaran itu, namun sebelum menandatanagi MOU, MS memberikan pertanyaan kepada partai yang dimaksud.
MS: ” apakah anda setuju jika suatu saat MS mempunyai ambisi untuk menjadi ketua umum partai..?
Partai: ” setuju sekali, bila perlu sampai ke anak cucumu…”
MS: ” apakah setuju jika suatu saat MS mencalonkan diri sebagai kepala daerah dari partai ini..?”
Partai: ” merupakan kebanggaan bagi saya..”
MS: ” apakah setuju jika suatu MS mundur dari kepala daerah karena MS terbukti melakukan tindakan diluar aturan, dan merugikan rakyat….?
Partai: ” eu…eu…bisa diperjuangkan…”
MS: (mengulangi pertanyaan) ” apakah setuju jika suatu MS mundur dari kepala daerah karena MS terbukti melakukan tindakan diluar aturan, dan merugikan rakyat….?”
Partai: ” eu..eu…”

Jelas MS menyimpulkan dari dialog itu, beberapa pertanyaan MS yang menguntungkan partainya mendapat jawaban “ya” dan “setuju”, namun ketika pertanyaan itu mengarah pada kerugian partainya dia bersikap abu gosok, eh… abu-abu.

Bukankah ini terjadi pada orang-orang yang kita pilih sekarang?, belum ada rasanya pejabat yang dengan legowo mundur dari kekuasaannya tat kala terbukti melakukan tindakan merugikan. Namun jika MS ke partai Politik tak akan turun, karena justru MS akan menurunkan orang-orang yang terbukti bersalah. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s