MELAWAN ALAM…?

ledakan planet denagn matahari

Disampaikan pada acara Maulid Nabi di Pontren Roudlotul Ummah (kuningan-Jabar)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakannya pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” (QS. 15 : 19-20)

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik.” (QS. 7 : 56)

Berturut-turut bencana gempa melanda, baru ini gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala richter (SR) mengguncang ibu kota Chili bahkan mengancam Asia. Ada prediksi, sekitar 24 jam setelah gempa di Chili bisa menimbulkan gelombang tsunami di garis pantai Asia, terutama Jepang dan sekitarnya.

Pemandangan bencana seolah menjadi konsumsi rutin diberbagai media, tak ayal jika rasa was-was menghantui kita. Datang secara tiba-tiba, menghantam meluluhlantahkan segala hamparan bumi dengan tanpa ampun, semuanya runtuh bahkan bangunan beton bertingkat, bahkan tak menggilas manusia tanpa belas kasih meski itu bayi tanpa dosa.

Jika tanah sudah berdetar, lempengan terus benturan, lalu bagaimana dengan air dukutub yang suatu saat bisa menenggelamkan hamparan bumi, atau bagaimana dengan gunung merapi yang selalu siap memuntahkan lahar panasnya, atau bagaimana dengan hutan yang selalu siap untuk menghentikan cadangan air bersih, lalu bagaimana dengan matahari yang selalu siap untuk menyedot bumi hingga meleleh, atau dengan miliaran planet yang selalu menantang untuk tabrakan dengan bumi…?

secara gamblang Al quran telah menggambarkan jutaan tahun lalu:

A. Al- Qori’ah
1- Hari Kiamat, 2- apakah hari Kiamat itu? 3- Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4- Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, 5- dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al Qori’ah 1-5)

B. Al- Zalzalah
1- Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), 2- dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, 3- dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, 4- pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5- karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (Al Zalzalah 1-5)

C. Al – Infitar
1- Apabila langit terbelah, 2- dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, 3- dan apabila lautan dijadikan meluap, ( Al Infitar 1-3)

Jika kita mentafakuri ketiga ayat itu, akan lebih kejam dibanding dengan gambaran film kiamat 2012, karena ketiga ayat itu menggambarkan semua alam yang mempunyai kekuatan hebat meluluhlantahkan manusia yang sangat lemah, dan dibuatnya kita tidak berdaya.

Jika kita berada dipuncak sebuah gunung, atau berada dipesawat, atau beruntunglah yang sudah bertamasya ke luar bumi, karena akan melihat pemandangan yang begitu mengagumkan, indah, maha hebat, dibuatnya kita merasa kecil dan hanya beberapa persen saja bagian dari alam. lalu pantaskah kita berkhianat pada alam yang hebat?

Manusia hanya sibuk dengan keadilan antar manusia saja, bagaimana mendapatkan hak hidup secara utuh, bagaimana mendapatkan kemudahan bersosial, atau paling piciknya bagaimana mendapatkan kesejahteraan yang terus menerus.

Lalu bagaimana dengan keadilan pada alam…?, segala isinya sudah dirauk habis, segala keindahannya justru dijadikan kesenangan belaka, segala kekayaannya justru dirampok, segala anugerah yang terkandung justru dikotori. Padahal alam sedang menagih keadilan pada manusia atas segala hak hidupnya yang telah dirampas. Bagaikan seorang isteri yang cantik, adalah hutan yang harus dijamah, dinikmati namun diapun berhak mendapatkan keadilan berupa perawatan, penghidupan, kemerdekaan hidup, jika tidak maka akan berontak, bahkan dalam pandangan agama itu adalah syarat untuk talak, atau berpisah dan akan meninggalkan kegelisahan yang terus menghantui.

Begitulah alam sekarang, seolah terus berorasi, berdemonsterasi untuk menuntut ketidak adilan yang namanya manusia, namun manusia tidak bisa diajak negosiasi yang akhirnya alam bertindak anarkis. Terbukti sudah, manusia bukanlah bersahabat dengan alam, namun sudah melawan alam. Manusia bukan bersahabat dengan mesra dan romanis, justru manusia dihantui rasa takut dengan alam.

Namun alam selalu bertasbih, dialah saksi dan perantara tuhan pada manusia. Alam akan bisa diajak negosiasi jika manusia mampu memberikan keadilan pada alam untuk hidup dan kaya. semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s