Semangat Kongres HMI; Bukan Sekedar Kompetisi

Siapa yang menyangka  ternyata saya, termasuk anda adalah manusia yang diizinkan berpetualang dimuka bumi ini. Karena tentu kita tidak ingat dengan segala proses yang hebat itu. Proses terciptanya kita sebagai pemegang amanah untuk memimpin dan mengelola muka bumi ini. Sekedar mengingatkan saja, dengan eloknya Allah SWT menyebutkan proses hebat itu dalam surat Al Mu’min ayat 12-14 , “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.”. Kebenaran ayat ini diamini oleh para ahli kedokteran diseluruh dunia, bahkan menjadi dasar pengembangan ilmu kandungan.

Namun sepertinya Allah SWT memberikan ayat itu tidak sekedar untuk menjadi bahan penelitian, namun juga menjadi peringatan, bahwa inilah proses terciptanya makhluk yang disebut manusia itu.  Saya tidak akan menguraikan secara detail proses dan unsur-unsur kimia dalam alam rahim itu layaknya seorang ahli kandungan. Namun saya menyoroti dari sosial.

Saya melihat keindahan proses pembentukan manusia itu setidaknya ada dua unsur yang begitu kuat dan tidak bisa dipisahkan, bahkan menjadi pondasi sebenarnya bagi calon-calon manusia untuk menjadi makhluk sosial. Kedua unsur tersebut adalah kerjasama dan kompetisi.

Yang pertama, kerjasama atau usaha kolektif. Dalam hal ini adalah seorang Suami, Isteri bahkan orang lain untuk menunjang kesehatan. Dalam proses kehidupan selanjutnya kerjasama merupakan bagian dari manajerial kepemimpinan bagi para pemimpin. Termasuk didalamnya jobdeskripsion karena manusia bukan Tuhan yang maha segalanya, semuanya mempunyai kelebihan yang tidak sama begitupun dengan kekurangan-kekurangannya.

Kedua adalah kompetisi. Pembelajaran dari kompetisi sudah dimulai sejak calon-calon manusia berupa sel sperma yang berjumlah jutaan itu harus berkompetisi menuju sel telur. Disanalah Allah memberikan kebebasan pada semuanya, kebebasan berfikir, berbuat dan berbicara termasuk kebebasan untuk berprestsi. Namun hanya satu saja, yaitu kita.

Bersyukur sel sperma itu belum dianugerahi nafsu, bisa kita bayangkan jika jutaan sel sperma sudah memiliki nafsu, bagaimana jadinya?, mungkin proses pembuahannya tidak seindah dan sesehat, bahkan bukan hal mustahil,  rahim-rahim kaum ibu akan rusak karena sperma yang saling gontok-gontokan, saling menghasut dan memfitnah, menghalalkan segala cara, bahkan membunuh, baik fsikis maupun fisik. Alhasil sijabang bayipun sudah berbekal kecurangan dan mengenyahkan segala visi mulya yang dibangun sang ibu.

Itulah mengapa kompetisi adalah fitrah. Karena kompetisi yang sebenarnya adalah keuletan, adu gagasan dan ide dan adu karya konstruktif untuk visi bersama. Bukan sebaliknya yang terjadi hingga sekarang. Penuh penghasutan, fitnah, berbohong, kepentingan pribadi dan bahkan bisa berujung maut. Maka siapapun yang mengotori prinsip-prinsip dari fitrah kompetisi maka sejujurnya dialah yang sudah mencederai dirinya sendiri dan berkhianat pada tuhan dan ibu pertiwi yang membesarkan.

Setidaknya spirit itulah yang harus tertanam dalam semua kader HMI, terutama bagi calon-calon pemimpin sedang berjuang untuk memimpin HMI kedepan. Semangat kebersamaan, dan semangat kompetisi yang penuh dengan eleganitas bertindak dan berkarya. Sehingga bisa meminimalisir kader-kader yang mencederai dirinya sendiri dalam kompetisi menjaring kepemimpinan dua tahun sekali ini.

Sulit dihindari, namun bisa bertahap. Karena tetesan air mani sejarah masa lalu setidaknya masih mengalir dalam darah kita, otot-otot yang kekar adalah bertempat dalam wadahnya yang dibentuk masa sunyi dalam kebisingan politik.

Sukseskan.!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s