MENAKAR IBROHIM UNTUK INDONESIA

Ibrohim AS dalam ujian menyembelih anaknya adalah dulu. Saat dia tersadar bahwa dia adalah seorang pemandu petunjuk umat. Sudah menjadi keharusaan ida harus mencetak pewaris wahyu setelah hidupnya, maka keturunan adalah keharusan menurutnya. Bukan sekedar mendambakan anak yang lucu seperti umumnya di mahligai rumah tangga. Namun sekali lagi bahwa dia merindukan calon pemimpin setelah hidupnya. Perlu dipahami, bahwa kesadaran Ibrohim menjadi pemimpin adalah diikuti segudang ujian allah yang lebih hebat dibanding dengan umat secara umum, maka tidak tanggung-tanggung Allah memberikan ujian akan keinginan Ibrohim untuk memiliki anak.

Mencoba menyederhanakan cerita agung, bahwa Allah menguji komitmen Ibrohim akan ketaatannya dibanding dengan kasib sayang pada sang anak lucu Ismail AS. Ada dua dimensi dalam pembelajaran ini, pertama dimensia ketuhanan dan kedua dimensi sosial.

Pertama, dimesia Ketuhanan. Ibrohim dan Tuhannya. Atau kita dengan Allah. Tegasnya hablum minallah. Itu adalah rahasia individu manusia dengan tuhannya, menyimpan misteri hubungan batin dengan tuhan pencipta. Namun esensinya adalah dalam frame ketaatan manusia dengan tuhan.

Kedua, dimensi sosial. Dalam hal ini cerita Ibrohim AS tidak hanya berlaku hubungannya dengan allah yang mengujinya, namun erta kaitannya dengan sosial masyarakat. Sebagai bukti allah menggantikan “leher Ismail” dengan “leher seekor domba”. Disembelih lalu disodakohkan kesemua tetangga terdekat.

Karena cerita hewan kurban adalah berawal dari pengorbanan Ibrohim, maka kurban hanyalah simbol dari segala pengorbanan umat manusia untuk menunjjukan komitmennya sebagai hamba yang taat dan soleh, jika Ibrohim berani mengurbankan Ismail, maka kita harus berani mengorbankan apa saja yang menurut kita paling berharga. Harta, jabatan, bahkan nyawa. Karena seperti cerita itu sesungguhnya allah akan mengganti secara nyata jika pengorbanan kita demi Allah dan Umat manusia.

Labbaik Allahumma labbaik…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s