DAILY REFIEW

KPU: Pilpres Satu Putaran

Jumat, 24 Juli 2009 | 03:13 WIB

Jakarta, Kompas – Hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Presiden-Wakil Presiden 2009 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Kamis (23/7), menunjukkan pemilu berlangsung satu putaran.

Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono memenangi pemilu dengan perolehan suara 60,8 persen (73.874.562 suara).

Urutan perolehan suara berikutnya diduduki pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dengan 32.548.105 suara (26,79 persen) dan pasangan M Jusuf Kalla-Wiranto dengan 15.081.814 suara (12,41 persen).

KPU baru akan menetapkan hasil pilpres itu pada Sabtu (25/7). ”Kalau dilihat dari perolehan suara, kemungkinan satu putaran,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary seusai menutup proses rekapitulasi.

Perolehan suara berasal dari 121.504.481 suara sah dari 176.367.056 pemilih yang terdaftar. Jumlah itu termasuk pemilih dengan menggunakan kartu tanda penduduk sebanyak 382.393 orang. Sementara pemilih yang tidak menggunakan haknya mencapai 49.212.158 (27,77 persen).

Yudhoyono-Boediono unggul di 28 provinsi dan Kalla-Wiranto menang di empat provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku Utara. Megawati-Prabowo unggul di Provinsi Bali.

Saksi dari SBY-Boediono

KPU kemarin mampu menyelesaikan rekapitulasi penghitungan pilpres untuk 21 provinsi dan daerah pemilihan luar negeri. Pembahasan rekapitulasi itu hanya diikuti oleh saksi pasangan Yudhoyono-Boediono, Didik Mukrianto dan Joko Widodo.

Saksi Kalla-Wiranto, Chairuman Harahap dan Edi Kusnadi, hadir pada pembahasan rekapitulasi untuk Jawa Tengah, tetapi kemudian memutuskan keluar dan tidak ikut proses rekapitulasi karena tuntutan mereka agar KPU memastikan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres tidak ditanggapi KPU. Sementara saksi Megawati-Prabowo, Arif Wibowo dan Abdul Harris Bobihoe, tidak hadir pada rekapitulasi hari kedua.

Karena hanya saksi SBY-Boediono yang hadir, pembahasan hasil rekapitulasi penghitungan suara berjalan sangat lancar. Hal itu berbeda dengan rekapitulasi hari pertama, Rabu lalu. Proses paling alot terjadi saat membahas hasil rekapitulasi Provinsi Riau.

Penjagaan di lokasi Gedung KPU sangat ketat. Seluruh ruas Jalan Imam Bonjol ditutup. Gulungan kawat berduri dipasang mengelilingi bagian depan kantor KPU hingga seberang jalan.

Pemeriksaan pengunjung juga lebih ketat. Barang bawaan pengunjung diperiksa sampai tiga kali. Mobil Tim Gegana Polri dan mobil water cannon disiagakan di depan kantor KPU.

DPT pilpres

Saksi pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto tidak hadir karena kecewa dengan buruknya DPT pilpres dan tidak adanya upaya tegas KPU untuk menangani masalah itu.

Chairuman Harahap yang meninggalkan ruangan mengatakan, KPU seharusnya menyelesaikan persoalan DPT sebelum melakukan rekapitulasi penghitungan suara.

”Ini bukan untuk menghambat proses rekapitulasi, tetapi agar pemilu berjalan demokratis, akuntabel, dan sesuai asas penyelenggaraan pemilu,” katanya.

Saksi JK-Wiranto memprotes DPT Provinsi Jawa Tengah. Dalam DPT yang dibacakan KPU Jawa Tengah, jumlah pemilih di daerah itu mencapai 26.323.595 orang. Padahal, dalam dokumen elektronik (softcopy) DPT yang diberikan KPU kepada Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, jumlah pemilih di provinsi itu hanya 19.134.636 orang.

Arif Wibowo mengatakan, ketidakhadirannya dalam proses rekapitulasi hari kedua karena menilai perubahan DPT oleh KPU telah melanggar undang-undang.

Abdul Hafiz mengatakan, keberatan para saksi atas DPT dinilai tidak beralasan. ”Walaupun tidak dihadiri maupun ditandatangani saksi, hasil rekapitulasi suara tetap sah,” ujarnya.

Pelanggaran masif

Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto tetap akan menunggu penetapan hasil pilpres oleh KPU, Sabtu besok, sebelum bersikap. Namun, dengan banyaknya kasus yang merata di hampir semua provinsi, mereka menengarai ada pelanggaran masif.

”Setelah mendengar apa hasilnya seperti diputuskan nanti oleh KPU, kami akan memberi kesimpulan akhir dan mengambil sikap apakah akan menerima atau menempuh langkah-langkah lain,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Burhanuddin Napitupulu, di trotoar depan kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis malam, seusai pertemuan untuk menyikapi hasil rekapitulasi final.

Pertemuan berlangsung tanpa kehadiran calon wakil presiden Wiranto. Saat memberikan keterangan, Burhanuddin hanya didampingi Yus Usman Sumanegara (Sekretaris Jenderal Partai Hanura).

Di Bandung, Jawa Barat, Jusuf Kalla mengakui, secara hukum tidak ada masalah jika ia bersama Wiranto tidak menandatangani berita acara penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara pilpres.

Namun, menurut dia, legitimasi terhadap pilpres yang telah dilaksanakan pada 8 Juli lalu berkurang mengingat banyaknya masalah yang terjadi.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi mengatakan, tim hukum dari Partai Gerindra bersama-sama dengan tim hukum dari PDI-P akan memaparkan temuan dan kajian hukum mereka. Dari paparan itulah kemudian pasangan Megawati-Prabowo akan menindaklanjutinya dengan langkah hukum terkait dugaan kecurangan yang terjadi sepanjang Pilpres 2009.  (MZW/SIE/HAR/DWA/INU)

Top of Form

Bottom of Form

Salah satu korban adalah warga kuningan

Polri Rilis Lima Identitas Jenazah
JAKARTA
– Pekerjaan tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri masih belum rampung. Hingga kemarin (20/7), tim DVI baru mengungkap identitas lima korban ledakan bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton. Itu berarti masih ada empat korban tewas yang identitasnya belum dikenali.

“Empat korban tersebut masih terus diidentifikasi oleh tim DVI,” kata Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak di media center Bellagio Mall, Mega Kuningan. Yang terbaru diketahui identitasnya adalah warga negara Australia, yakni Craig Senger dan Nathan Verity.
Tiga korban yang lebih dulu diketahui identitasnya adalah Presdir PT Holcim Indonesia Timothy D Mackay (Selandia Baru), Garth Rupert John McEvoy (Australia), dan seorang warga Indonesia, Evert Mokodompis. Selain itu, masih ada 13 korban luka yang dirawat di tiga rumah sakit. Yakni, RS Jakarta (4), RS Pusat Pertamina (1), dan RS MMC (8).

Sulistyo enggan berspekulasi tentang identitas empat jenazah yang masih tersisa tersebut. “Bisa saja korban, tapi bisa juga yang diduga menjadi pelaku (peledakan),” ujar jenderal berbintang satu itu. Namun, diduga kuat identitas jenazah keenam adalah Ibrahim. Lelaki 36 tahun asal Kuningan, Cirebon, tersebut adalah florist alias tukang penata bunga dan tanaman di Ritz-Carlton.

Sepupu Ibrahim, Muhammad Hadyo, menuturkan, sebelum ledakan, Ibrahim menelepon istrinya yang tinggal di Kuningan, Cirebon. Dia menanyakan kondisi keempat anaknya yang masuk sekolah. Namun, setelah ledakan, ponsel Ibrahim tak bisa dihubungi. Dia juga tak masuk dalam daftar korban selamat yang dirilis Ritz-Carlton.

“Kami sudah mencari di rumah sakit, tapi dia tidak ada. Kalau selamat, dia pasti langsung pulang atau menghubungi keluarga,” ujar Hadyo saat ditemui di Rumah Sakit Kepolisian Pusat Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin (20/7). Itu berarti tinggal jenazah wanita tanpa kepala yang belum jelas identitasnya.

Sebagaimana diberitakan, jumlah korban dalam ledakan tersebut sembilan orang. Kalau Ibrahim adalah jenazah keenam, berarti ada tiga yang belum jelas. Nah, Mabes Polri menyatakan, di antara sembilan orang tersebut, ada dua pelaku yang ikut jadi korban. Berarti, tinggal satu jenazah yang belum jelas identitasnya, yakni wanita.

Salah seorang anggota tim identifikasi dari Polda Metro Jaya yang menangani korban kali pertama menyatakan, jenazah wanita tersebut tanpa kepala dan tangan kanan. “Melihat fisiknya, dia seperti dari luar negeri,” ujarnya kepada Jawa Pos (Grup Radar Cirebon).
Hingga kemarin (20/7), belum ada pihak-pihak yang merasa kehilangan mendatangi RS Sukanto. Padahal, Kedutaan Besar Australia sudah mengambil jenazah McEvoy, Verity, dan Senger. Lantas, siapa wanita tanpa kepala itu? “Empat jenazah masih didalami,” kata Sulistyo singkat.
Saat ditanya tentang Ibrahim, dia enggan memastikan. “Hasil DVI, ada sembilan korban. Yang lima sudah jelas, sisanya masih didalami,” ujarnya. Apakah ada kemungkinan jumlah korban tewas bertambah? “Hingga kini masih disisir,” ungkapnya.

Senin, 20 Juli 2009 | 20:10 WIB

Polri: Belum Dipastikan Nur Hasbi Pelaku Bom Bunuh Diri

JAKARTA, KOMPAS.com- Pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga Senin (20/7) petang ini belum membenarkan informasi bahwa N, warga Temanggung, Jawa Tengah, merupakan salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri  di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta.

“Info itu belum dapat dibenarkan. Sampai hari ketiga ini, tim dari Mabes Polri masih menyelidiki pelaku aksi bom bunuh diri itu,” kata  Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Sulistyo Ishak kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/8).

Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini Polri belum mengeluarkan pernyataan resmi kebenaran N sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri, termasuk dengan foto-foto yang bersangkutan yang sempat beredar di masyarakat.

“Inisial N itu kan masih dugaan belum dapat dipastikan,” katanya sambil menambahkan bahwa kepolisian juga belum menyampaikan secara resmi kepastian mengenai jenis kelamin dari pelaku ledakan bom yang menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.

Dalam catatan Kompas.com, inisial N itu kemudian berkembang menjadi sejumlah nama. Antara lain Nur Sahid, Nur Hasbi, Nur Said. Terakhir, mertua Nur yang tinggal di Klaten menyebut nama Nur Said atau Nur Hasbi. Nur dan istrinya yang diketahui tinggal di Semarang diakui sangat jarang pulang ke Klaten.

Meski titik terang tentang siapa dan dari kelompok mana pelaku bom bunuh diri tersebut belum terungkap, Sulistyo mengatakan, tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan jaringan atau kelompok Noordin M. Top dalam aksi keji itu.

Indikasi itu menurut dia, terlihat dari kesamaan bahan peledak yang berada di Cilacap, milik jaringan Noordin dengan yang berada di JW Mariot dan Ritz Charlton. “Ada kesamaan tapi belum tentu jaringan yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irejn Nanan Soekarna mengatakan, Polri tidak akan menyampaikan kesimpulan apapun sebelum semuanya jelas, didukung oleh fakta/data yang valid/objektif serta dapat dipertanggung-jawabkan baik secara hukum maupun ilmiah.

Pernyataan ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya isu atau informasi yang menyesatkan dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan kaitannya dengan dua ledakan hebat di dua hotel mewah itu.

Semua pihak dihimbau untuk dapat menahan diri tidak memublikasikan berbagai spekulasi yang hanya akan membingungkan publik. “Jangan berandai-andai dan termakan isu yang tidak jelas,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan diharapkan ikut membantu memberikan informasi ke Penyidik Polri bila mendapatkan atau mempunyai informasi yang sekiranya berguna untuk mengefektifkan proses penyidikan. “Silahkan masyarakat menginformasikan kepada kami ke kontak komunikasi dan informasi di nomor 081382739874, 081382739875, 081382739876,” ujar Nanan.

Tragedi ledakan di dua hotel tersebut, menyebabkan sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka. Banyak diantara korban adalah warga negara asing.  Tim Dokter Forensik RS, Soekanto Kramatjati menyebutkan dari sembilan korban tewas, lima jenazah sudah berhasil terdientifikasi sedangkan empat lainnya masih dalam proses.

Ke-lima jenazah yang telah teridentifikasi itu antara lain Evert Mokodompis (WNI), Timothy D. Mackay (New Zeland), Senger Craig Andrew (Australia), Mcevoy Garth Rupert John (Australia) dan Verity Nathan John (Australia).

Sedangkan korban yang masih dirawat di beberapa rumah sakit berjumlah 12 orang. Di RS Jakarta yakni Andri, Deni Purwanto, Dikdik Ahmad Taufik dan Bambang Trianto. Di RS Pertamina Dadang Hidayat. Sementara di RS MMC tujuh orang, Andrew Stuart Cobham (Kanada) Giovani Me Suhardi, I Gusti Agung Ray, Marico Asmarawati, Oki Utomo. Sudargo dan Yurike Martiningrum dan Yusuf Purnomo.

Senin, 20/07/2009 20:12 WIB

Pasien Positif Flu Babi di RI Tambah 15 Orang

Jakarta – Pasien positif flu babi A H1N1 bertambah 15 orang di Indonesia. Hingga hari Senin (20/7/2009) kasus positif flu babi di Indonesia menjadi 172 orang.

Berdasarkan rilis dari Departemen Kesehatan hari ini, 15 orang itu terdiri dari 5 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.

Mereka berasal dari RS/Dinkes Jakarta 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Banten 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Jawa Timur 1 orang, dari RS/Dinkes Provinsi Jawa Tengah 1 orang, dan dari RS/Dinkes Sumatera Utara 1 orang.

“Lima di antara mereka memiliki riwayat pergi ke luar negeri yaitu ke Malaysia (1 orang), Amerika (2 orang), dan Singapura (2 orang),” ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Prof Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS dalam rilis.

Tambahan kasus baru positif  berasal dari RS/Dinkes Jakarta yaitu JR (P/42 th), DN (P/27 th), IM (Pr), KK (Pr/7 th), Sa (P/32 th), dan FF (P/22 th).

Yang berasal dari RS/Dinkes Banten yaitu FH (L/13 th), AH (L), SP (L/17 th), MF (L/17 th), MF (L/14 th), dan YF (P/16 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Sumut yaitu Ju (P/31 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jateng yaitu RH (P/18 th). Yang berasal dari RS/Dinkes Prov Jatim yaitu EF (P/18 th).

Dengan demikian, imbuh Tjandra, sampai tanggal 20 Juli 2009, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia berjumlah 172 orang terdiri dari 86 laki-laki dan 86 perempuan.

Tjandra pun selalu mengingatkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat untuk menghindari flu babi. Di antaranya mencuci tangan dengan sabun atau  antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar.

Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan  tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.

“Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4 persen,” jelas guru besar pulmonologi Universitas Indonesia (UI) ini.

Senin, 20/07/2009 19:36 WIB
Bom Marriot dan Ritz Carlton

Polisi Mengejar Pelaku Sampai ke Pamekasan

Jakarta – Siapa pelaku bom JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009 lalu masih belum terungkap. Polisi pun terus mengejar pelaku sampai ke Madura, Jawa Timur.

Menurut sumber detikcom, pada Senin (20/7/2009), pelaku yang diincar diindikasikan melarikan diri ke Pulau Madura. Polda Jatim pun mengejarnya sampai ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Sebelumnya selain mengejar pelaku hingga ke Madura, Kepolisian juga memeriksa narapidana bom Bali II Muhammad Cholily alas Yahya Antoni (28). Cholily yang merupakan kurir bom Dr Azhari ini diperiksa secara tertutup.

Pemeriksaan Cholily dilakukan di Lapas Lowokwaru, Malang, Senin (20/7/2009) pagi ini. Dia diperiksa terkait jaringan Noordin M Top yang diduga sebagai pelaku teror hingga menewaskan 9 orang.

Pemeriksaan selama 2 jam ini juga termasuk mengenai keterlibatan Nurhasbi alas Nur Sahid yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri. Kendati demikian polisi enggan membeberkan hasil dari pemeriksaan.

Kapolwil Malang Kombes Pol Rusli Nasution ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya membenarkan pemeriksaan Cholily terkait peledakkan bom di Jakarta.

“Pelaku teror dimungkinkan mempunyai kaitan dengan Cholily. Apakah mereka berkunjung menyamar sebagai keluarga selama Cholily menghuni lapas,” ungkap Mantan Direskrim Polda Jatim ini.

Cholily dipindahkan ke Lapas Lowokaru Malang sejak 10 Oktober 2008, setelah sebelumnya ditahan di Lapas Kroboan Bali untuk menjalani vonis selama 18 tahun penjara. Bersama para napi lainnya, Cholily menempati blok 12 dengan mendapat penjagaan ketat.

SBY Belum Janjikan Jatah Menteri ke PKB

Selasa, 14 Juli 2009 | 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjadi partai penyokong SBY-Boediono sejak awal tidak berarti menjadi partai pertama yang bakal mendapat jatah kursi di pemerintahan mendatang. Hal inilah yang terjadi pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hingga kini belum dijanjikan jatah kursi menteri. “Belum ada janji berapa, dan belum ada dapat berapa,” ujar Sekjen PKB Lukman Edy di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/7).

Meski demikian, Lukman mengatakan, PKB siap menyodorkan beberapa nama untuk membantu SBY di pemerintahan. “Begitu diminta untuk mengajukan, kita ajukan. Ada kader banyak, terutama Muhaimin Iskandar,” katanya.

Lukman mengatakan, untuk menjadi pembantu SBY di kabinet, mesti mendapat persetujuan dari pengurus partai. “Tidak ada mekanisme khusus. Ini proporsional berdasarkan kuantitas dan kualitas,” terangnya.

Menurut Lukman, pemilihan menteri asal PKB diserahkan sepenuhnya kepada SBY. “Formasi, SBY yang tahu. Tapi di DPP yang menonjol ada 10 orang,” katanya.

Disusun Panduan Pendidikan Kesetaraan Asia-Pasifik

Selasa, 14 Juli 2009 | 17:46 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Antony Lee

SALATIGA, KOMPAS.com – Organisasi Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, Perserikatan Bangsa Bangsa sedang menyempurnakan panduan pendidikan kesetaraan untuk regional Asia-Pasifik. Panduan itu berisi sistim pendidikan kesetaraan, termasuk perencanaan, evaluasi, dan akreditasi.

“Kami harapkan, setelah melalui penyempurnaan dan evaluasi, panduan ini siap diluncurkan akhir tahun ini atau paling lambat awal 2010,” tutur Hameed A Hakeem, Penasihat dan Koordinator Asia-Pacific Programme of Education for All (APPEAL), UNESCO Bangkok (Thailand), saat studi lapangan di Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (14/7).

Adapun studi lapangan itu dilakukan dalam rangka menyempurnakan draf awal panduan pendidikan kesetaraan yang disusun oleh sejumlah ahli dari beberapa negara di Thailand bulan lalu. Studi lapangan itu diikuti delegasi dari 12 negara yang menghadiri Workshop Equivalency Programme for Avhieving Education for All Goals and Promoting Lifelong Learning di Kota Semarang.

Indonesia Jadi Pusat Pelatihan Guru se-ASEAN

Senin, 13 Juli 2009 | 20:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia ikut berperan dalam upaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di kawasan Asia Tenggara lewat pendirian pusat regional SEAMEO di bidang Matematika, Bahasa, dan Sains. Selain menawarkan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Indonesia dan negara-negara ASEAN, juga dilakukan penelitian dan pengembangan, diseminasi informasi aktual, analisis kebijakan, dan evaluasi.

Peluncuran pusat pelatihan yang dinamakan South East Asia Ministry of Education (SEAMEO) Regional Center for Quality Improvement of Teachers and Education Personenel (QITEP) in Science, Mathematics, and Languages di Indonesia itu dilakukan di Jakarta, Senin (13/7) oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Hadir pula sejumlah perwakilan SEAMEO dari negara-negara ASEAN.

SEAMEO merupakan organisasi menteri pendidikan ASEAN yang secara aklamasi telah menyetujui pendirian tiga pusat pelatihan guru yang berada di Indonesia. Di Asia Tenggara saat ini tercatat 5.027.305 guru dan 342 ribu kepala sekolah.

Menurut Bambang, program-program yang dilaksanakan di tiga pusat pelatihan guru itu berdasarkan kebutuhan pasar Asia Tenggara hingga lima tahun ke depan. “Bagi Indonesia, ini kesempatan untuk mengembangkan kelembagaan dan diklat bertaraf internasional,” kata Bambang.

Persiapan untuk meluncurkan ketiga pusat diklat bertaraf internasional itu membutuhkan waktu dua tahun. Hingga saat ini ada 16 SEAMEO QITEP.

Ada lima jenis program dan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah yakni lewat analisis kebutuhan pelatihan; penguatan kapasistas bidang sumber daya manusia, fasilitas, dan sistem manajemen; training dan pendidikan internal, penelitian, serta pengawasan dan evaluasi.

Siapa Pun Pemenangnya, Stabilitas Jadi Modal

Kamis, 9 Juli 2009 | 08:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa pun calon presiden yang memenangi pemilihan umum presiden, stabilitas politik haruslah sungguh dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha. Sportivitas harus dibangun agar investor tetap optimistis menanamkan modalnya.

Harapan tersebut disampaikan secara terpisah oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Riset, dan Teknologi Rahmat Gobel; Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi; Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya; Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi) Anton Supit; dan Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Polah Cahyono di Jakarta, Rabu (8/7).

Rahmat mengatakan, “Siapa pun presidennya kita harus dukung. Pertumbuhan ekonomi 4-5 persen adalah modal untuk membangun. Kita memiliki kekayaan sumber daya alam. Pemerintahan mendatang haruslah melihat momentum pemilu sebagai bekal untuk memainkan perannya dalam bermitra dengan dunia usaha.”

Sofjan Wanandi mengatakan, apabila stabilitas politik terjaga dengan baik, investasi asing akan menjadi modal jangka panjang. Karena itu, calon presiden yang kalah haruslah menunjukkan sportivitas. Adapun calon presiden yang menang juga tidak boleh tinggi hati seolah memiliki kekuasaan besar.

“Dunia usaha prihatin kalau pemilihan presiden harus dilalui dengan dua putaran. Kalau persiapan pilpres saat ini saja sudah membuat pembangunan ekonomi terabaikan karena pemerintah lebih fokus memenangi kursi presiden, putaran kedua tentu akan berimplikasi pada dilupakannya pembangunan ekonomi,” ujar Sofjan.

Achmad melihat, penundaan fokus pembangunan ekonomi membuat sektor riil makin tak bergerak dan harapan rakyat mencapai peningkatan kesejahteraan pun tertunda. Kelambanan kebijakan ekonomi akan membatasi gerak ruang bisnis menuju era globalisasi yang segera menuju perdagangan bebas di Asia. “Manufaktur Indonesia akan tenggelam karena riset dan teknologi sejak terjadi krisis sudah tidak dikembangkan lagi,” ujar Achmad.

Kemiskinan

Anton mengatakan, persoalan utama Indonesia adalah adanya 35 juta orang miskin absolut yang berpendapatan hanya Rp 200.000 per bulan dan ada 70 juta orang yang berpendapatan 1,5 dollar-2 dollar AS per hari.

“Cara paling efektif pemerintahan mendatang adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja. Karena itu, harus ada investasi masuk, harus ada keberanian mengubah aturan-aturan, antara lain, undang-undang ketenagakerjaan, pembangunan infrastruktur, dan menata kembali arah otonomi daerah, khususnya pengaturan yang ketat tentang tata ruang,” ujar Anton.

Ambar mengatakan, Asmindo akan menagih janji kampanye yang kerap mengutamakan perhatian terhadap dunia usaha dan komitmen terhadap usaha kecil dan menengah (UKM).

Jujur saja, kata Ambar, sejak mulai krisis sampai sekarang belum dirasakan perhatian secara langsung terhadap sektor UKM.

http://indonesiamemilih.kompas.com/read/2009/07/09/0838469/Siapa.Pun.Pemenangnya..Stabilitas.Jadi.Modal

SBY unggul di 22 provinsi

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/84391/3/1/SBY-Boediono-Unggul-di-22-Provinsi

JAKARTA–MI: Pasangan capres dan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono berdasarkan hasil penghitungan suara sementara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Kamis (9/7), unggul atas calon lainnya di 22 provinsi.

Pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat dan 24 partai politik pendukung lainnya itu diantaranya unggul di Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

Adapun total perolehan suara pasangan capres dan cawapres nomor dua itu adalah 11.369.909 atau 61.69% dari total suara yang masuk ke KPU hingga pukul 01.30 WIB yaitu 18.430.133 suara.

Untuk pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) yang diusung oleh PDIP dan Gerindra, untuk sementara unggul di dua provinsi yaitu Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan total perolehan suara sementara adalah 5.261.268 atau 28.55%.

Sedangkan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) yang diusung oleh Partai Golkar dan Hanura untuk sementara unggul di tiga provinsi yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo. Adapun total perolehan suara sementara versi KPU adalah 1.798.956 atau 9.76%.

Sesuai data KPU masih ada enam provinsi yang hingga saat ini belum mengirimkan hasil sementara yaitu Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Pengiriman hasil penghitungan sementara ini dilakukan dengan menggunakan teknologi pesan singkat (SMS) yang dikirimkan langsung oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang telah terdaftar sebelumnya.

“Hasil penghitungan ini sifatnya sementara dan tidak dapat dijadikan referensi,” kata salah satu anggota KPU Abdul Aziz.

Penghitungan cepat ini dihimpun dari sekitar 100 ribu TPS atau sekitar 22% dari total jumlah TPS. Sesuai dengan data yang ada, jumlah TPS yang tersebar di seluruh Indonesia kurang lebih mencapai 450 ribu TPS.

Pasangan SBY-Boediono selain unggul dalam penghitungan sementara versi KPU juga unggul dalam versi quick count atau penghitungan cepat.

Dari enam lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat, semuanya menempatkan pasangan SBY – Boediono diurutan teratas dengan perolehan suara sebanyak kurang lebih 60%. Diposisi kedua ditempati pasangan Megawati-Prabowo dengan 27% dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dengan perolehan suara kurang lebih 12%. (Ant/OL-01)

Jakarta – Siapa pelaku bom JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009 lalu masih belum terungkap. Polisi pun terus mengejar pelaku sampai ke Madura, Jawa Timur.Menurut sumber detikcom, pada Senin (20/7/2009), pelaku yang diincar diindikasikan melarikan diri ke Pulau Madura. Polda Jatim pun mengejarnya sampai ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur.Sebelumnya selain mengejar pelaku hingga ke Madura, Kepolisian juga memeriksa narapidana bom Bali II Muhammad Cholily alas Yahya Antoni (28). Cholily yang merupakan kurir bom Dr Azhari ini diperiksa secara tertutup.

Pemeriksaan Cholily dilakukan di Lapas Lowokwaru, Malang, Senin (20/7/2009) pagi ini. Dia diperiksa terkait jaringan Noordin M Top yang diduga sebagai pelaku teror hingga menewaskan 9 orang.

Pemeriksaan selama 2 jam ini juga termasuk mengenai keterlibatan Nurhasbi alas Nur Sahid yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri. Kendati demikian polisi enggan membeberkan hasil dari pemeriksaan.

Kapolwil Malang Kombes Pol Rusli Nasution ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya membenarkan pemeriksaan Cholily terkait peledakkan bom di Jakarta.

“Pelaku teror dimungkinkan mempunyai kaitan dengan Cholily. Apakah mereka berkunjung menyamar sebagai keluarga selama Cholily menghuni lapas,” ungkap Mantan Direskrim Polda Jatim ini.

Cholily dipindahkan ke Lapas Lowokaru Malang sejak 10 Oktober 2008, setelah sebelumnya ditahan di Lapas Kroboan Bali untuk menjalani vonis selama 18 tahun penjara. Bersama para napi lainnya, Cholily menempati blok 12 dengan mendapat penjagaan ketat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s